1338 PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BAHASA SASAK BERBASIS HIGH ORDER THINGKING SKILLS Taufiqqurrahman 1 , Mohammad Efendi 2 , Sulton 2 1 Teknologi Pembelajaran-Pascasarjana Universitas Negeri Malang 2 Teknologi Pembelajaran-Pascasarjana Universitas Negeri Malang INFO ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Diterima: 13-3-2017 Disetujui: 20-10-2017 Abstract: The research objective is to produce and test the feasibility of textbooks based Sasak language thingking high order skills for junior high school students. The model used is a model development Dick, Carey & Carey until the ninth stage. The product development is validated by subject matter experts with the level of validity 73%, media expert with a degree of validity of 84%, a learning design with a level of validity 90.4%, individual testing with a level of validity to 68%, small group trial with a level of validity 82% and test field trials with a validity rate of 89% with a very worthy qualification does not need revision. Abstrak: Tujuan penelitian adalah untuk menghasilkan dan menguji kelayakan buku bahan ajar bahasa Sasak berbasis High Order Thingking Skills untuk siswa SMP. Model pengembangan yang digunakan adalah model Dick, Carey & Carey sampai pada tahapan yang kesembilan. Pengembangan produk ini divalidasi oleh ahli materi dengan tingkat kevalidan 73%, ahli media dengan tingkat kevalidan 84%, ahli desain pembelajaran dengan tingkat kevalidan 90.4%, uji coba perorangan dengan tingkat kevalidan 68%, uji coba kelompok kecil dengan tingkat kevalidan 82% dan uji coba lapangan dengan tingkat kevalidan 89% dengan kualifikasi sangat layak tidak perlu revisi. Kata kunci: development of learning material; sasak language; high order thingking skills; pengembangan bahan ajar; bahasa sasak Alamat Korespondensi: Taufiqqurrahman Pendidikan Dasar Pascasarjana Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang E-mail: Rahmantaufik8878@gmail.com Fenomena akulturasi budaya terus menjadi kejadian yang sangat menghawatirkan. Sebagian masyarakat mengharapkan perkembangan, tetapi di sisi lain ingin bertahan di tengah arus kemajuan. Dalam hal konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara memberi pandangan bahwa pengaruh baru diperoleh oleh bercampur gaulnya bangsa yang satu dengan bangsa yang lain, dimana percampuran ini mudah sekali terjadi disebabkan oleh adanya hubungan modern. Di bagian yang lain dijelaskan maksud kebudayaan (culture, colere, cultivare) ialah memilihara serta memajukan hidup manusia ke arah keadaban, pemeliharaan kebudayaan harus bermaksud memajukan dan menyesuaikan kebudayaan dengan tiap-tiap pergantian alam dan jaman (Dewantara, 1977:343). Berdasrkan data UNESCO (2009) menyatakan bahwa ahli bahasa percaya sebagian besar bahasa didunia akan punah dalam abad ini, setengah dari bahasa yang ada sekarang (diperkirakan antara 6.000 sampai 8.000 bahasa) dituturkan oleh kurang dari 10.000 orang, dan satu dari bahasa yang semacam ini dikatakan punah setiap dua minggu. Lebih lanjut, Tondo (2009:293) membagi faktor penyebab kepunahan bahasa Sasak menjadi dua macam, yakni faktor alamiah berupa bencana alam, pengaruh bahasa mayoritas, komunitas bahasa yang multilingual dan bilingual, pengaruh globalisasi, migrasi, perkawinan antaretnik, dan kurangnya penghargaan terhadap bahasa daerah, kurangnya intensitas pemakaian bahasa daerah, pengaruh ekonomi, pengaruh bahasa Indonesia merupakan faktor non alamiah. Di samping itu dinamika pergesaran nilai kebudayaan juga disumbang tingginya jumlah kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang terus meningkat dan persentasenya pun sangat signifikan dari tahun ke tahun. Tidak heran kemudian pemerintah daerah dan para orangtua menghendaki pelestarian penggunaan bahasa lokal dengan memasukkannya ke dalam mata pelajaran muatan lokal berupa buku bahan ajar bahasa Sasak (Wilian, 2010:36) langkah ini juga dirasakan sangat efektif, sejauh ini buku bahasa Sasak untuk SMP yang digunakan di sekolah merupakan buku dari Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2002 dan menggunakan model pendekatan konstruktivis, buku tersebut belumlah dikatagorikan sempurna. Menyangkut isi bahan ajar tersebut masih menggunakan pola pendekatan konvensional, penyajian gambar dan layout dari bahan ajar belum selaras dengan Tersedia secara online http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/ EISSN: 2502-471X DOAJ-SHERPA/RoMEO-Google Scholar-IPI Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 2 Nomor: 10 Bulan Oktober Tahun 2017 Halaman: 1338—1343