Jurnal SOLMA, 10 (03): 494-503. 2021
J U R N A L S O L M A
ISSN: 2614-1531 | https://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma
Doi: https://doi.org/10.22236/solma.v10i3.5462 solma@uhamka.ac.id | 494
Psikoedukasi Kader Jiwa: MELADENI Gangguan Jiwa di Masyarakat
Dusun Jogonalan Kidul, Desa Tirtonirmolo, Kabupaten Bantul
Ririn Nur Abdiah Bahar
1*
dan Martaria Rizky Rinaldi
1
1
Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Jl. Ring Road Utara, Depok, Sleman, Yogyakarta, Indonesia,
55281
*Email koresponden: ririn.bahar21@gmail.com
ARTICLE INFO A B S T R A K
Article history
Received: 27 Aug 2020
Accepted: 30 Jun 2021
Published: Des 2021
Background: Gangguan jiwa di masyarakat Dusun Jogonalan Kidul, Desa Tirtonirmolo,
Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta terus mengalami peningkatan. Kurangnya
pengetahuan kader jiwa terhadap pengenalan gejala gangguan jiwa dan cara
mendeteksi dini gangguan jiwa tersebut menyebabkan semakin tingginya angka
gangguan jiwa di masyarakat yang tidak terdeteksi. Melalui Psikoedukasi MELADENI
kepada kader jiwa (n=19), diharapkan kader jiwa dapat meningkatkan peran dan
fungsinya terkait mengenali gejala gangguan jiwa serta mampu meningkatkan
kemampuan untuk dapat mendeteksi lebih dini gangguan jiwa yang ada di
masyarakat. Metode: Metode yang digunakan yaitu psikoedukasi (ceramah), dan
praktik mendeteksi dini gejala gangguan jiwa. Hasil: Hasil uji Wilcoxon Signed Ranks
Test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan dan pemahaman yang
signifikan antara sebelum dan setelah diberikan psikoedukasi (Z = 3,84; p < 0,05). Hal
tesebut didukung dengan perubahan rerata pre-test dan post-test yang menunjukkan
terdapat peningkatan antara sebelum psikoedukasi (M=5,58) dan setelah psikoedukasi
(M=8,32). Kesimpulan: Kesimpulan dari pelaksanaan Psikoedukasi MELADENI yaitu
telah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai gejala dan cara
mendeteksi dini gangguan jiwa di masyarakat, sehingga dapat meningkatkan peran
dan fungsinya sebagai kader jiwa.
Kata kunci:
Deteksi dini;
Gangguan jiwa;
Gejala;
Kader jiwa;
Psikoedukasi;
A B S T R A C T
Keywords:
Cadres;
Early detection;
Mental disorders;
Psychoeducation;
Symptom;
Background: Mental disorders in the community of Jogonalan Kidul, Tirtonirmolo,
Bantul Regency, DI Yogyakarta increased. The lack of knowledge of cadres about the
symptoms of mental disorders and how to early detection of mental disorders causes
mental disorders in society that are not detected. Through MELADENI
psychoeducation to cadres (n=19), it is hoped that mental cadres can improve their roles
and functions related to mental disorders symptoms and be able to increase their ability
to show mental disorders in society early. Methods: The method used are
psychoeducation (socialization), and practice of detecting early symptoms of mental
disorders. Results: The results of the Wilcoxon Signed Ranks Test showed that there
were significant differences in knowledge and understanding between before and after
being given psychoeducation (Z = 3.84; p < 0.05). This was supported by changes in the
mean pretest and posttest which showed an increase between before psychoeducation
(M=5.58) and after psychoeducation (M = 8.32). Conclusions: The conclusion from the
implementation of MELADENI psychoeducation is that it has increased knowledge and
understanding of symptoms and how to indicate of mental disorders in the community,
so that it can increase their role and function as mental cadres.
© 2021 by authors. Lisensi Jurnal Solma, UHAMKA, Jakarta. Artikel ini bersifat open access yang didistribusikan di bawah syarat
dan ketentuan Creative Commons Attribution (CC-BY) license.