63 ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI RESISTEN HERBISIDA GLIFOSAT DAN PARAQUAT DARI RIZOSFER TANAMAN PADI (Isolation and Identification of Resistant Bacteria to Glyphosate and Paraquat Herbicide from Rhizosphere of Rice Plants) Tiwit Widowati 1 , Rohani Cinta Badia Ginting 2 , Utut Widyastuti 3 , Asep Nugraha 4 dan Ardiwinata 4 1 Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI, Jl. Raya Bogor KM 46, Cibinong, Bogor, Indonesia 2 Balai Penelitian Tanah, Jl. Tentara Pelajar No. 12, Bogor, Indonesia 3 Institut Pertanian Bogor, Jl. Raya Dramaga, Bogor, Indonesia 4 Balai Penelitian Lingkungan Pertanian, Jl. Raya Laladon No. 240, Bogor, Indonesia e-mail: tiwitwidowati@yahoo.com Naskah diterima 30 Januari 2017, revisi akhir 18 Mei 2017 dan disetujui untuk diterbitkan 24 Mei 2017 ABSTRAK. Glifosat dan paraquat adalah herbisida berspektrum luas yang biasanya digunakan untuk mengendalikan gulma. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri dari rizosfer padi sawah yang resisten terhadap herbisida glifosat dan paraquat. Tiga puluh isolat bakteri telah diisolasi dari rizosfer padi sawah dan diseleksi resistensinya terhadap herbisida glifosat dan paraquat. Terdapat satu isolat yang resisten terhadap 4.000 ppm glifosat dan 1.600 ppm paraquat. Berdasarkan sistem identifikasi Biolog omniLog, isolat 4,2 merupakan Ensifer meliloti. Kata kunci: bakteri, herbisida, resisten, rizosfer ABSTRACT. Glyphosate and paraquat are broad-spectrum herbicides that commonly used in rice fields to control weeds. This study aims to isolate and identificate bacteria from rhizosphere of rice plants which resistant to glyphosate and paraquat herbicides. Thirty bacterial isolates were isolated from rhizosphere of rice plants and screened for their resistance of glyphosate and paraquat herbicides. One isolate was resistant to 4,000 ppm of glyphosate and 1,600 ppm of paraquat. Based on Biolog omniLog identification system, isolate 4.2 was identified as Ensifer meliloti. Keywords: bacteria, herbicide, resistant, rhizosphere 1. PENDAHULUAN Herbisida merupakan bahan kimia yang digunakan untuk membasmi gulma termasuk rumput liar atau menghambat tanaman liar yang mengganggu tanaman budidaya. Penggunaan herbisida secara intensif dapat menyebabkan terakumulasinya residu bahan kimia dalam tanah yang dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan dan membahayakan bagi organisme lainnya serta proses biologi dalam tanah. Glifosat (N-phosphonomethylgly- cine) adalah herbisida berspektrum luas, bersifat non selektif, biasanya digunakan untuk mengendalikan rumput, gulma dan semak-semak. Herbisida ini juga dapat digunakan untuk persiapan lahan sebelum tanam pada saat perkembangan tanaman dan setelah panen. Glifosat menghambat enzim 5-enolpyruvylshikimate-3- phosphate synthase (EPSPS) yang dibutuhkan untuk sintesis asam amino aromatik yang penting bagi kelangsungan hidup tanaman (Arango, et al., 2014). Paraquat (1,1-dimetil, 4,4- bipiridilium) merupakan salah satu herbisida yang berspektrum luas, bersifat non selektif dan bekerja secara kontak. Molekul paraquat dapat merubah transpor Isolasi dan Identifikasi Bakteri Resisten Herbisida …… (Tiwit Widowati, dkk.)