N.B. Susanto et al. / Jurnal Transportasi Multimoda, Vol. 20 (2022): 35-44
1693-1742/2579-8529 ©2022Jurnal Transportasi Multimoda | Puslitbang Transportasi Antarmoda, Balitbang Perhubungan
Artikel ini disebarkan dibawah lisensi CC BY-NC-SA license (https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/).
Homepage: http://ojs.balitbanghub.dephub.go.id/index.php/jurnalmtm/index | Nomor Akreditasi : 30/E/KPT/2018 (Sinta 2)
Jalur Kereta Api Parangtritis – Bandara Yogyakarta International Airport
(YIA) sebagai Pendukung Mobilitas, Pariwisata,
dan Angkutan Barang
Nur Budi Susanto
, *
, Imam Muthohar, Suryo Hapsoro Tri Utomo
Magister Sistem dan Teknik Transportasi, Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas
Gadjah Mada, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281, Indonesia
*
Email: nbsusanto@mail.ugm.ac.id
Diterima 18 Maret 2022, Direvisi 11 April 2022, Disetujui 13 Mei 2022
Abstrak
Sebagai salah satu perwujudan konsep “among tani dagang layar” pada pengembangan wilayah sisi
selatan Bandara Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Pemda DIY berencana mengembangkan jalur kereta api
Parangtritis – Bandara Kulon Progo untuk mendukung mobilitas masyarakat, memajukan perekonomian, dan
mendorong pengembangan pariwisata. Artikel ini bertujuan untuk melakukan kajian jalur kereta api
Parangtritis – Bandara YIA sebagai pendukung mobilitas, pariwisata, dan angkutan barang. Kajian titik simpul
multimoda dilakukan dengan mempertimbangkan Rencana Induk Perkeretaapian Provinsi 2017-2036, RTRW
DIY Tahun 2019-2039, Rencana Induk Transportasi DIY, serta Rencana Strategis Dinas Perhubungan DIY.
Sementara itu kajian aspek manajemen risiko mencakup identifikasi, analisis dan mitigasi risiko. Hasil
analisis menunjukkan bahwa dengan tersedianya jalur kereta api Parangtritis – Bandara YIA serta
implementasi simpul-simpul alih moda transportasi, wisatawan dapat menggunakan moda transportasi
umum menuju ke berbagai kawasan pariwisata di Kabupaten Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul tanpa
perlu menggunakan kendaraan pribadi. Selain itu, dengan adanya jalur kereta api Parangtritis – Bandara YIA
memungkinkan angkutan barang dari pertambangan, pertanian, dan perikanan di Kulon Progo dan Bantul
diangkut menggunakan kereta api menuju berbagai kota lain. Namun, untuk mewujudkan jalur kereta api
Parangtritis – Bandara YIA perlu dilakukan pengendalian risiko aspek lahan, fluktuasi finansial, dan tingkat
keterisian penumpang, serta mitigasi terhadap risiko desain, konstruksi, dan keselamatan, kesehatan kerja,
dan lingkungan.
Kata kunci: Jalur kereta api, Manajemen resiko, Pengembangan wilayah.
Abstract
Parangtritis-YIA Railway to Supperot Passenger, Tourism, and Cargo Mobility. As one of
manifestation of the concept of “among tani dagang layar” in the development the southern side of DIY,
the DIY government plans to develop the Parangtritis – Kulon Progo Airport railway line to support
community mobile, promote the economy, and encourage tourism development. This research aims to study
the plan of the Parangtritis – Yogyakarta International Airport railway. This study calculates the horizontal
and vertical alignment in the technical aspects. The study of multimodal node points was carried out by
considering the Railway masterplan of province Provinsi 2017-2036, Yogyakarta Province Spatial Plan year
2019-2039, Transportation Masterplan of Yogyakarya, and Strategic Plan of Transportation Department of
Yogyakarta. Meanwhile, the study of the risk management aspect includes identification, analysis, and risk
mitigation. The results represent that the availability of the Parangtritis – Yogyakarta International Airport
railway and the implementation of transportation mode switching nodes, tourists can use public
transportation to various tourism areas in Kulon Progo, Bantul, and Gunungkidul Regencies without the
need to use private vehicles. In addition, the implementation of the Parangtritis - Yogyakarta International
Airport train allows the transportation of goods from mining, agriculture and fisheries in Kulon Progo and
Bantul to be transported by train to other cities. However, to realize the Parangtritis – Yogyakarta
International Airport railway, it is necessary to control the risk of land acquisition, financial flucuations,
and passenger occupancy rate, as well as mitigate the risk of design, construction, and occupational health,
safety, and environment.
Keywords: Railway, Risk management, Area development.