MIMESIS VOL. 3. No. 2, Juli 2022 VOL. 3. No. 2, Juli 2022 hlm. 137-149 137 ANALISIS KONTRASTIF PENANDA NEGASI DALAM KALIMAT BAHASA PRANCIS DAN BAHASA INDONESIA Noor Diana Arrasyid Magister Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada Jl. Sosio Humaniora, Bulaksumur, Yogyakarta noor.diana.arrasyid@mail.ugm.ac.id PENDAHULUAN Setiap bahasa memiliki sistem kebahasaan yang berbeda dengan bahasa lain, baik dari tataran bunyi, pemaknaan, struktur pembentuk kalimat, dan lain-lain. Namun apabila diteliti lebih mendalam, tidak menutup kemungkinan bahwa ternyata terdapat persamaan pada beberapa hal yang berkorespondensi antara suatu bahasa dengan bahasa lain. Contohnya, ARTICLE INFO ABSTRACT Article history Received 30 June 2022 Revised 26 July 2022 Accepted 26 July 2022 This study examines the peculiarities, similarities, and differences of negation patterns in French and Indonesian sentences. The data analyzed are declarative, interrogative, and negative imperative sentences taken from the Leipzig Corpora Collection. The analysis results found that there are similarities in the formation of negation markers in French “ne … jamais” and Indonesian negation markers “tidak pernah”. The equivalence also appears in the arrangement of negative imperative sentence markers, which are formulated with negative ne+adverbs pas+verb and jangan+verb. Regarding the differences, the negation marker in French is present in two mandatory components, while in Indonesian, it is marked with one marker. There is even more variety of negations in French. In Indonesian, there is a standard rule between the combination of negation markers and the type of predicate in a sentence, but French tends to be more accessible. The formation of past and passive negative sentences is also different. Finally, in negative imperative sentences in French, the verb that is negated must be conjugated according to the subject, but in Indonesian, this is not the case. This is an open access article under the CC–BY-SA license. Keywords Indonesian French Sentence Contrastive Negation INFO ARTIKEL ABSTRAK Article history Received 30 Juni 2022 Revised 26 Juli 2022 Accepted 26 Juli 2022 Penelitian ini bertujuan untuk melihat kekhasan, persamaan serta perbedaan pola-pola negasi dalam kalimat bahasa Prancis dan bahasa Indonesia. Data yang dianalisis berupa kalimat deklaratif, interogatif, dan imperatif negatif yang diambil dari Leipzig Corpora Collection. Dari hasil analisis, ditemukan bahwa tedapat persamaan dalam pembentukan penanda negasi bahasa Prancis “ne…jamais” dan penanda negasi bahasa Indonesia “tidak pernah”. Persaaman juga muncul dalam susunan penanda kalimat imperatif negatif yang dirumuskan dengan ne+adverbia negatif pas+verba serta jangan+verba. Mengenai perbedaan, penanda negasi bahasa Prancis hadir dalam dua komponen yang bersifat wajib, sedangkan dalam bahasa Indonesia ditandai dengan satu penanda. Ragam negasi pada bahasa Prancis pun lebih banyak. Dalam bahasa Indonesia, terdapat aturan baku antara perpaduan penanda negasi dan jenis predikat dalam kalimat, tetapi bahasa Prancis cenderung lebih bebas. Pembentukan kalimat negatif lampau dan juga pasif pun juga berbeda. Terakhir, pada kalimat imperatif negatif berbahasa Prancis, verba yang dikenai negasi harus dikonjugasikan berdasarakan subjek, tetapi dalam bahasa Indonesia tidak demikian. This is an open access article under the CC–BY-SA license. Keywords Bahasa Indonesia Bahasa Prancis Kalimat Kontrastif Negasi