Prosiding Kedokteran ISSN: 2460-657X 259 Gambaran Faktor Risiko Sindrom Koroner Akut pada Wanita di RSUD Dr. Chasan Boesoirie Ternate Sukmawati Azzahra Sidi Umar, Harvi Puspa Wardani, Hilmi Sulaiman Rathomi Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteraan, Universitas Islam Bandung, Bandung, Indonesia email: sukmawatyazzahra@gmail.com, harvipuspawardani@gmail.com, hilmi.thomi@gmail.com ABSTRACT: Acute coronary syndrome is a threatening condition that can mark off the way of coronary artery disease. The risk factors of ACS is classified becomes two risk factor. Modifiable risk factor is hypertension, diabetes mellitus, obesity, smoking, and dyslipidemia. Non modifiable risk factor is family history, gender, and menopause. A young woman ( 45 years old) with ACD had been increased mortality 30 days earlier than a young man ( 45 years old). About 10% Acute myocard infract with ST elevation is young patients and 2% is a woman. The purpose of this study is to determine risk factor of women acute coronary syndrome patients at Dr. Chasan Boesoirie Ternate Hospital. The method of this study is cross sectional and convenience sampling. The respondents of this study are 61 patients that is include inclusion criteria and exclusion criteria. The result of this study Acute coronary syndrome with diabetes mellitus patient is 19 people (31,1%) with CI 21-44%. Acute coronary syndrome with dyslipidemia 23 people (38%) with CI 26-51%. A half of ACS has hypertension 33 people (54%) with CI 41-66%. The conclusion of this study is main risk factor is hypertension. Keywords: Acute Coronary Syndrome, Woman, Risk Factor. ABSTRAK: Sindrom koroner akut (SKA) adalah kondisi yang mengancam jiwa yang dapat menandai perjalanan pasien dengan PAK setiap saat. Faktor risiko SKA dibagi menjadi dua. Faktor risiko yang dapat diubah seperti hipertensi, diabetes mellitus, obesitas, merokok, dan dislipidemia. Faktor risiko yang tidak dapat diubah seperti riwayat penyakit keluarga, jenis kelamin dan menopause. Wanita berusia muda (≤45 tahun) dengan SKA memiliki mortalitas 30 hari yang lebih cepat dibandingkan dengan pria berusia muda (≤45 tahun). Sekitar 10% pasien dengan infark miokard akut dengan elevasi segmen ST adalah pasien yang berusia muda, dan 2% pasien merupakan wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko pada pasien wanita dengan Sindrom Koroner Akut di RSUD Dr. Chasan Boesoirie Ternate. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah potongan melintang dan metode Convenience Sampling. Jumlah sampel sebanyak 61 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian ini memperlihatkan pasien SKA wanita dengan diabetes melitus sebanyak 19 orang (31,1%) dengan CI 21-44%. Data pasien SKA wanita dengan dislipidemia sebanyak 23 orang (38%) dengan CI 26-51%. Setengah pasien SKA memiliki riwayat hipertensi sebanyak 33 orang (54%) dengan CI 41- 66%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor risiko paling banyak pada penelitian ini adalah hipertensi. Kata Kunci: Sindrom koroner akut, wanita, faktor risiko. 1 PENDAHULUAN Data World Health Organization (WHO) tahun 2012 menunjukkan 17,5 juta orang meninggal akibat penyakit kardiovaskuler yang terjadi di negara berkembang. Seluruh kematian yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskular sebesar 7,4 juta orang di dunia disebabkan penyakit arteri koroner (PAK). 1 Penyakit arteri koroner terdiri dari PAK stabil dan Sindrom Koroner Akut (SKA). Sindrom koroner akut (SKA) terdiri dari tiga jenis yaitu angina pektoris tidak stabil (APTS), infark miokard akut dengan elevasi segmen ST (STEMI), atau infark miokard akut non-elevasi segmen ST (NSTEMI). Kriteria pasien dengan nyeri dada akut khas infark diserta elevasi segmen ST disebut STEMI. Nyeri dada akut pada pasien tetapi tanpa elevasi segmen ST persisten dapat disebut APTS atau NSTEMI. 2 Faktor risiko dari SKA dibagi menjadi dua.