35 PENGEMBANGAN DESAIN MOTIF KAIN TENUN IKAT GARUT BERDASARKAN INDONESIA TREND FORECASTING SURFACE DESIGN DEVELOPMENT OF TENUN IKAT OF GARUT BASED ON INDONESIA TREND FORECASTING Achmad Ibrahim Makki, Resty Mayseptheny H., Wine Regyandhea Putri Politeknik STTT Bandung, Jalan Jakarta No. 31 Bandung E-mail: ibrahimmakki@stttekstil.ac.id; resty.mayseptheny.h@gmail.com Tanggal diterima: 8 Maret 2017, direvisi: 16 Oktober 2017, disetujui terbit: 2 November 2017 ABSTRAK Indonesia Trend forecasting bertujuan sebagai sumber inspirasi kreatif serta memberikan keyakinan dan kepercayaan diri kepada para pelaku ekonomi kreatif untuk melangkah ke depan dalam menciptakan inovasi baru yang potensial untuk disenangi oleh pasar dan relevan dengan masa yang akan datang. Tenun ikat Garut sebagai salah satu kain tradisional Indonesia memiliki desain motif yang penuh filosofi dan cerminan kearifan lokal. Agar kain tenun ikat Garut mampu bersaing namun tetap menjunjung nilai-nilai kearifan lokal maka disusun rencana penelitian ini yang bertujuan untuk mendapatkan alternatif desain motif kain tenun ikat Garut yang sesuai dengan Indonesia trend forecasting dan kearifan lokal Garut. Metodologi yang digunakan adalah study pustaka untuk menentukan sumber ide desain dan sumber ide warna serta eksperimen untuk merealisasikan desain dalam bentuk kain tenun ikat. Hasil dari penelitian ini berupa karya kain tenun ikat yang memiliki desain motif serta komposisi warna berdasarkan tema Indonesia Trend forecasting 2016-2017 yaitu virologi dan mosteous dengan komposisi warna tema biopop dan refugium dan sesuai dengan budaya lokal berupa ukel yang terinspirasi dari gerakan tari jaipong dan wayang golek. Kata kunci: desain struktur, tenun ikat, Garut. ABSTRACT Indonesia Trend forecasting is intended as a source of creative inspiration as well as provide assurance and confidence to the perpetrators of the creative economy to move forward in creating new innovation potential to be liked by the market and relevant to the future. Ikat Garut as one of the traditional Indonesian fabric has a surface design which full of philosophy and reflection of local wisdom. In order ikat Garut able to compete while still upholding the values of local wisdom then compiled the study plan that aims to provide an alternative surface design of ikat Garut that match the trend forecasting Indoneisa and local wisdom Garut. The methodology used is a literature study to determine of ideas of design and ideas of color, and experimentation to realize the design in form of Ikat. The results of this research is ikat fabric which has a surface design and color composition based on themes of Indonesia Trend forecasting 2016-2017 i.e. virology and mosterous with composition color theme biopop and refugium and accordance with local culture in the form of Ukel inspired from Jaipng dance and Wayang. Keywords: structure design, ikat, Garut. PENDAHULUAN Tenun ikat sebagai salah satu kain tradisional Indonesia memiliki kekuatan desain yang unik serta filosofi yang tinggi. Filosofi yang muncul dalam desain atau warna tenun ikat banyak dipengaruhi kondisi geografis suatu daerah yang memunculkan kebiasaan atau budaya di daerah tersebut. Kearifan lokal yang tidak dapat ditinggalkan dalam setiap motif kain tenun ikat menyebabkan tidak mudah untuk mengembangkan desain tenun ikat. Tenun ikat atau kain tenun merupakan kriya tenun berupa kain yang ditenun dari helaian benang pakan dan lusi yang sebelumnya diikat dan dicelupkan ke dalam pewarna. Istilah ikat di dalam menenun ini menurut Loeber dan Haddon diperkenalkan di Eropa oleh Prof.A.R Hein pada tahun 1880 dan menjadi istilah dalam bahasa Belanda yang disebut ikatten dan dalam bahasa Inggris kata ikat yang menunjukan dari suatu proses dan hasil kain dengan tehnik ikat. Macam-macam tenun ikat Indonesia antra lain Tenun ikat lusi, tenun ikat pakan, tenun dobel ikat, dan tenun ikat khusus. 1 Mengikuti pengelompokan menurut The Taxonomy of Indonesia Textile menunjukan bahwa tenun ikat bisa masuk kedalam grup physical condition berdasarkan motif yang terbentuk maupun grup processing activities berdasarkan