JURNAL EKSPLORA INFORMATIKA ◼ 131 p-ISSN: 2089-1814; e-ISSN: 2460-3694; DOI: 10.30864/eksplora.v10i2.490 Implementasi Algoritma Mondrian Multidimensional K- Anonymity pada Biodata Calon Legislatif Adam Akbar 1 , Rivanda Putra Pratama 2 , Nur Aini Rakhmawati 3 Departemen Sistem Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Indonesia e-mail: 1 adamakbar.id@gmail.com, 2 rivanda.19052@mhs.its.ac.id, 3 nur.aini@is.its.ac.id Diajukan: 16 Januari 2021; Direvisi: 19 Maret 2021; Diterima: 26 Maret 2021 Abstrak Uni Eropa menerbitkan sebuah peraturan yang bernama General Data Protection Regulation (GDPR) untuk menjaga privasi warga. Peraturan ini meregulasi penyebaran data-data pribadi seperti nama, nomor telepon atau alamat yang mungkin akan digunakan untuk tujuan tertentu. Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk menyebarkan data tanpa melanggar privasi dari subjek pemilik data adalah K-Anonymity. K-Anonymity memodifikasi nilai quasi-identifier hingga subjek tidak dapat dikenali lagi tetapi dataset tetap mengandung informasi yang diperlukan. Artikel ini telah mengimplementasikan K- Anonymity pada data Calon Legislatif untuk Pemilihan Umum Calon Legislatif tahun 2019 yang dihimpun dari laman resmi Komisi Pemilihan Umum. Dengan algoritma Mondrian Multidimensional K-Anonymity hasil anonimisasi menunjukkan bahwa masih terdapat data yang unik. Namun, dari hasil visualisasi terlihat hampir semua data memiliki anonimitas sama, yang dimungkinkan karena jumlah data partisi yang kurang banyak ataupun kurangnya keberagaman data. Kata kunci: Anonimisasi, Privasi data, K-Anonymity, Mondrian, Calon legislatif. Abstract The European Union issued a regulation called the General Data Protection Regulation (GDPR) to protect the privacy of its citizens. The GDPR regulates the distribution of personal data such as name, telephone number or address which may be used for certain purposes. One of the techniques that can be used to disseminate data without violating the privacy of general data is K-Anonymity. K-Anonymity modifies the quasi-identifier value until the subject can no longer be recognized but the dataset still contains the necessary information. This article has implemented K-Anonymity in data on Indonesian Legislative Candidates for The 2019 General Election compiled from the official website of the General Election Commission. The anonymization results show that there are still unique data by using the Mondrian Multidimensional K-Anonymity algorithm. However, from the visualization results, it can be seen that almost all data has the same anonymity, which is possible due to the insufficient number of partition data or the lack of data diversity. Keywords: Anonymization, Data privacy, K-Anonymity, Mondrian, Legislative candidate. 1. Pendahuluan General Data Protection Regulation (GDPR) merupakan peraturan yang berlaku di Uni Eropa sejak 25 Mei 2018 [1], [2]. GDPR diterbitkan untuk menggantikan peraturan sebelumnya yang bernama Data Protection Acts 1988-2003. GDPR memuat beberapa ketentuan yang sebelumnya tidak terdapat pada Data Protection Acts 1988-2003. GDPR merupakan jawaban atas kebutuhan Uni Eropa untuk proteksi modern di era internet saat ini. Secara sederhana, GDPR mengatur tentang privasi dan keamanan atas data masyarakat Uni Eropa yang dikumpulkan oleh siapa pun. Walau dengan batasan, GDPR mengizinkan pemberdayaan data subjek untuk tujuan tertentu misalnya penelitian. Beberapa metode seperti Pseudonymization atau Anonymization dapat menghasilkan kumpulan data (dataset) yang memuat banyak informasi dengan privasi yang tetap terjaga sesuai dengan ketentuan GDPR. Salah satu model untuk Anonymization yang cukup populer adalah K-Anonymity yang diperkenalkan oleh Latanya Sweeney melalui artikelnya pada tahun 2002 [3]. Pada artikel tersebut, Sweeney menggunakan istilah quasi-identifier yang diperkenalkan oleh Dalenius [4] yaitu kumpulan