1 PEREMPUAN DI RANAH POLITIK: ANCAMAN ATAU PELUANG? Dzunuwanus Ghulam Manar Perempuan berpolitik? Tanyakan itu kepada setiap warga Negara Indonesia, sudah pasti mayoritas jawabannya adalah kontra; yang kurang kerjaan lah, tidak pantes, bukan takdirnya, bukan porsinya, atau juga dikira mau berlagak maskulin. Apakah kemudian politik adalah porsi, takdir dan hak laki-laki? Bisa jadi iya, melihat kepada fakta dari tulisan Khofifah Indar Parawansa (2002), bahwa keterwakilan perempuan di parlemen Indonesia hanya berkisar 10 % saja sejak digelar pemilu pertama tahun 1955 sampai dengan data tahun 2004 1 . Prestasi tertinggi diperoleh dari Pemilu 1987 yang menempatkan 65 orang perempuan dari 500 anggota DPR (13 %), sedangkan Pemilu 1999 yang cukup terbuka, transparan dan demokratis hanya mengantarkan 45 orang perempuan saja ke kursi parlemen (9 %). Fakta ini bisa jadi mencerminkan keadaan perempuan Indonesia di ranah politik yang masih saja terpinggirkan perannya. Fakta secara nasional ini bisa mengarah kepada generalisasi bahwa perempuan di Indonesia dianggap tidak begitu penting dan strategis untuk memasuki ranah politik. Apakah asumsi-asumsi di atas tersebut benar dan relevan dengan keadaan kini? Paparan berikut akan menyampaikan argumen-argumen aktifitas perempuan pada ranah politik serta dampaknya bagi sebuah masyarakat bangsa. Yunani yang memiliki filosof dan perintis dalam ilmu politik tidak dapat menjelaskan mengapa hanya laki-laki yang boleh berperan dalam pengambilan keputusan dalam polis, sementara perempuan dan budak diabaikan haknya, meski sama-sama sebagai warga negara. Struktur sosial yang menempatkan laki-laki lebih berhak bertindak dalam politik seperti di atas berasal dari budaya patriarki yang secara turun-temurun terlestarikan dari budaya kerajaan kuno yang 1 Data ini diambil dari tulisan Khofifah Indar Parawansa, Obstacles to Women’s Participation in Indonesia yang dimuat di IDEA International 2002 terjemahan Bahasa Inggris dari judul Bahasa Indonesia Hambatan terhadap Partisipasi Politik Perempuan di Indonesia. www.idea.int diakses pada 6 Oktober 2009 jam 20.32 WIB. brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Diponegoro University Institutional Repository