93 Octavia Cipta Fitri, Abdul Huda, Sihkabuden, Peningkatan Kemampuan Menyimak Cerita Pada Siswa. . . . . 92 JURNAL ORTOPEDAGOGIA, VOLUME 2 NOMOR 2 NOVEMBER 2016 : 92-95 Peningkatan Kemampuan Menyimak Cerita Pada Siswa Tunagrahita melalui Permainan Wayang Kartun Octavia Cipta Fitri 1 , Abdul Huda 2 , Sihkabuden 3 1 SDLB Negeri Kedungkandang Malang 23 Universitas Negeri Malang e-mail: coctavia363@gmail.com Abstrak: Siswa tunagrahita memerlukan pembelajaran khusus yang dapat membantu dalam menyimak cerita yaitu dengan permainan wayang kartun. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui pengaruh permainan wayang kartun terhadap kemampuan menyimak cerita bagi siswa tunagrahita. Kajian ini menggunakan rancangan penelitian Pre experimental design dengan bentuk One Group Pretest-Posttest Design. Subjek kajian ini adalah 5 siswa tungrahita kelas V. Pengumpulan data dengan memberikan pretest, treatment dan post test. Analisis data menggunakan uji jenjang – bertanda Wilcoxon. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai T hitung (15) > T tabel (1),maka H o ditolak. Kesimpulannya adalah terdapat pengaruh permainan wayang kartun terhadap kemampuan menyimak cerita pada siswa tunagrahita Kata Kunci: Permainan Wayang Kartun, Kemampuan Menyimak Cerita, Tunagrahita Abstract: Student with intellectual disability requires specialized learning that can assist in listening to the story that is with cartoon puppet game. The aim of this study was to the abilty of the effects of cartoon puppet game towards the ability of story listening for students with intellectual disabilities. This study was Pre experimental design form one group pretest-posttest design.The subjects were 5 students with Intellectual Disabilities in the Class V. Collecting data was giving pretest, treatment and post test. Data analysis was wilcoxon’s signed rank test. Hypothesis test results showed that the value of T count (15)> T table (1),then H o rejected. Conclusions in study indicate that there are the effects of cartoon puppet game towards the ability of story listening for students with intellectual disabilities. Keywords: Cartoon Puppet Game, Ability of Story Listening, Intellectual Disabilities Anak berkebutuhan khusus adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya seperti menunjukan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fsik. Hallalan dan Kauffman (dalam Efendi, 2009) menyimpulkan“Seseorang dikategorikan tunagrahita apabila kecerdasaanya secara umum dibawah rata-rata dan mengalami kesulitan penyesuaian sosial dalam setiap fase perkembangannya”. Pada anak tunagrahita ringan masih bisa dijarkan untuk membaca, menulis dan berhitung, namun walaupun begitu anak tunagrahita sangat butuh bantuan dalam pembelajaran khususnya dalam hal bahasa. Salah satu materi yang ada pada mata pelajaran Bahasa Indonesia yang diajarkan pada siswa tunagrahita ringan adalah menyimak cerita. Materi ini sangat penting untuk diajarkan pada siswa tunagrahita ringan karena berpengaruh dalam memahami isi dan makna cerita yang dilihat/didengar. , Kegiatan pembelajaran menyimak cerita masih berpusat pada guru, serta model pembelajaran kurang menarik, sehingga pengalaman yang diperoleh kurang bermakna. Padahal dalam kegiatan menyimak cerita mengandung arti mendengarkan dengan penuh pemahaman dan perhatian (Tarigan, 2008) Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik untuk memberikan pembelajaran yang dapat membantu siswa tunagrahita ringan dalam hal menyimak cerita. Salah satunya memberikan pembelajaran yang disertai dengan permainan wayang kartun. Menurut Kartodirdjo (2008) wayang adalah seni pertunjukan berupa drama yang khas. Wayang kartun sebagai alat peraga mempunyai peran penting dalam pembelajaran, terutama untuk menjelaskan rangkaian isi, bahan dalam suatu cerita ataupun materi mengandung makna. Kekuatan permainan wayang kartun untuk mempengaruhi pikiran siswa terletak pada perhatian sungguh-sungguh yang dapat dibangkitkan secara tajam melalui gambar-gambar tokoh cerita yang diperagakan seperti wayang. Permainan Wayang kartun merupakan sumber informasi yang dapat dicerna melalui visual yang kuat. Siswa akan lebih berminat melihat wayang kartun guna memperoleh informasi dari objek yang diinginkan, dibandingkan harus membaca atau mendengarkan saja. Permainan Wayang kartun memberikan dampak emosional, sehingga siswa dapat memberikan respons terhadap materi yang disajikan. Penggunaan wayang kartun dalam media pembelajaran menumbuhkan minat belajar dan motivasi siswa untuk mengerti tentang apa yang disampaikan oleh guru. Hal tersebut menunjukkan bahwa wayang kartun bisa menjadi sarana dalam pembelajaran guna memotivasi siswa agar dapat berpikir efektif dan efsien. permainan wayang kartun dan mendiskripsikan pengaruh permainan wayang kartun terhadap kemampuan menyimak cerita bagi siswa tunagrahita METODE Rancangan penelitian yang digunakan adalah Pre Experimental Design dengan bentuk One Group Pretest-Posttest Design. Desain penelitian ini hanya menggunakan satu kelompok saja, sehinga tidak memerlukan kelompok kontrol. Menurut Sugiyono (2011) pada desain ini perlakuan dilakukan sebanyak 2 kali yaitu sebelum eksperimen dan sesudah eksperimen. Alasan memilih desain penelitian ini adalah terdapat pre test dan post test sehingga dapat membedakan antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan, hal ini sesuai dengan Sugiyono (2011) yang menyatakan bahwa dengan adanya pre test dan post test hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat, karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberikan perlakuan. Desain ini dapat digambarkan dalam tabel sebagai berikut. Pengumpulan data dengan memberikan pretest, treatment dan post test. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 5 tunagrahita di SDLB Negeri X Malang yang berjumlah 5 siswa. Instrument yang digunakan adalah non tes dan tes. Non tes dalam penelitian ini adalah observasi yang digunakan untuk menilai proses sedangkan tes yang digunakan adalah tes objektif dan tes subjektif yang digunakan untuk menilai hasil belajar siswa. Data Hasil pre test dan post test dianalisis dengan mencari nilai akhir dan analisis rata-rata. Untuk mengetahui baik atau tidaknya skor rata-rata, dapat digunakan kriteria sebagai berikut: Analisis data digunakan uji nonparametrik, Menurut Djarwanto (2004) metode statistik nomparametrik disebut juga metode bebas sebaran (distribution free) karena model uji statistiknya tidak menetapkan syarat-syarat tertentu tentang bentuk distribusi parameter populasinya. Uji non-parametrik dilakukan bila persyaratan untuk metode parametric tidak terpenuhi, yaitu, jumlah sampel dalam penelitian ini terlalu sedikit yaitu 5 siswa. Uji yang digunkan dalam penelitian ini adalah uji jenjang-bertanda wilcoxon. Alasan memilih menggunakan uji jenjang-bertanda wilcoxon dikarenakan uji jenjang-bertanda wilcoxon merupakan penyempurnaan dari uji tanda, jadi disamping tandanya (positif atau negatif) besarnya beda juga diperhatikan, hal ini sesuai dengan Djarwanto (2004) yang menyatakan bahwa uji jenjang – bertanda Wilcoxon dalam analisisnya memperhatikan tanda (positif atau negatif) dan juga besarnya beda untuk mengevaluasi efek dari suatu treatment tertentu yaitu mempertanyakan perbedaan antara pre test (tes sebelum treatment) dengan posttest (tes sesudah treatment). Adapun perumusan hipotesis yaitu hipotesis nol (H 0), Tabel 1. One-Group Pretest-Postest Design (Sugiyono, 2011) Pretest Treatment Posttest O1 X O2 Tabel 2. Kriteria Kemampuan Menyimak Cerita (Arikunto, 2013) Rentangan Skor Kriteria 80-100 Sangat Baik 66-79 Baik 56-65 Cukup 40-55 Kurang 30-39 Gagal Tabel 3 Nilai Siswa Sebelum Diberikan Permainan Wayang Kartun No Nama Nilai Pre Test Nilai Akhir Kriteria Nilai Proses Nilai Tes 1 Aq 77,8 75 76,4 Baik 2 Nab 44,4 40 42,2 Kurang 3 Nov 44,4 55 49,7 Kurang 4 Nur 66,7 70 68,35 Baik 5 Ros 44,4 40 42,2 Kurang Rata-rata 55,77 Kurang Tabel 4. Nilai Siswa Setelah Diberikan Permainan Wayang Kartun No Nama Nilai Post Test Nilai Akhir Kriteria Nilai Proses Nilai Tes 1 Aq 100 95 97,5 Sangat Baik 2 Nab 77,8 70 73,9 Baik 3 Nov 88,8 80 84,4 Sangat Baik 4 Nur 100 85 92,5 Sangat Baik 5 Ros 77,8 75 76,4 Baik Rata-rata 84,94 Sangat Baik Rumusan Masalah dalam peneltian ini adalah Bagaimana kemampuan menyimak cerita siswa tunagrahita sebelum dan sesudah diberikan permainan wayang kartun dan bagaimana pengaruh permainan wayang kartun terhadap kemampuan menyimak cerita bagi siswa tunagrahita ringan.Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan kemampuan menyimak cerita siswa tunagrahita sebelum dan sesudah diberikan