BIDAYAH : Studi Ilmu-ilmu Keislaman https://ejournal.staindirundeng.ac.id/index.php/bidayah Vol. 13, No. 6, Juni 2022 “BEUT DARÔH & KENDURI KHATAM” TRADISI PENDIDIKAN MASYARAKAT ACEH MEMAKNAI ALQURAN Hanif 1 , Muhajir Al-Fairusy 2 , M. Ikhwan 3 1,2,3 Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Teungku Dirundeng Meulaboh hanifmdahlan@staindirundeng.ac.id 1 | muhajiralfairusy@staindirundeng.ac.id 2 | m.ikhwan@staindirundeng.ac.id 3 Abstrak Studi ini bertujuan memahami salah satu tradisi lokal keagamaan di Aceh dalam konteks pendidikan Islam, khususnya mempelajari Alquran. Analisanya dibangun dari praktik tradisi beut darôh, dan ditutup dengan ritual kenduri khatam. Tradisi lokal Aceh ini telah dipraktikkan saban tahun oleh masyarakat Aceh, khususnya pada bulan Ramadhan. Di Aceh, ramadhan dimaknai penuh oleh masyarakat Aceh sebagai momen diturunkannya Alquran. Karena itu, selama ramadhan berlangsung, tradisi beut darôh akan mewarnai malam ramadhan dengan tradisi membaca Alquran secara kelompok di setiap Mesjid dan Meunasah (Surau). Menjelang akhir ramadhan, dan ditandai dengan selesainya pembacaan seluruh juz Alquran, maka akan dirayakan dengan kenduri khatam, kenduri menyelesaikan tradisi beut darôh yang melibatkan perangkat segenap masyarakat merayakannya sebagai bentuk syukur. Di Aceh Besar dan Banda Aceh, pesta kenduri khatam terkesan sangat meriah. Mulai dari memasak daging sapi dalam kuali besar (Aceh; kuah beulangoeng) hingga ditutup dengan buka puasa bersama seluruh masyarakat di Mesjid atau Meunasah. Tradisi kebudayaan yang melibatkan unsur keagamaan ini, tentu layak dikaji. Studi ini berangkat dari pertanyaan, mengapa beut darôh dan kenduri khatam masih bertahan hingga sekarang ?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan grounded research. Hasil penelitian menunjukkan, jika peristiwa beut darôh dan khanduri khatam bertahan karena pemaknaan identititas keagamaan yang melekat pada tradisi ini. Bagaimanapun, Islam menjadi identitas penting bagi masyarakat Aceh. Selain itu, masyarakat Aceh memaknai tradisi beut darôh sebagai arena penguatan simbol Alquran selama ramadhan berlangsung sebulan penuh, dan khanduri khatam dimaknai sebagai simbol syukur, warisan sejarah, sekaligus ruang sosial yang melibatkan relasi agama dan tradisi lokal oleh masyarakat. Kata Kunci : Kearifan Lokal, Beut Darôh, Khanduri Khatam Al-Quran. Abstract This study aims to understand one of the local religious traditions in Aceh in the context of interpreting the koran (al-Quran). The analysis builds on the traditional practice of beut darôh, and concludes with the ritual of “kenduri khatam.” This local Aceh tradition has been practiced every year by the people of Aceh, especially during the month of Ramadan. In Aceh, Ramadan is fully interpreted by the Acehnese as the moment when the Koran was revealed. Therefore, during Ramadan, the tradition of beut darôh will liven up the night of Ramadan with the tradition of