e-ISSN 2746-1890 p-ISSN-2746-1882 Jurnal PEKEMAS Volume 3 Nomor 1 Tahun 2020, Halaman 18 Implementasi Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar Ejen Jenal Mutaqin #1 , Lutfi Asyari *2 , Neni Nadiroti Muslihah #3 Widdy Sukma Nugraha #4 # Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jalan Terusan Pahlawan No. 32 Kelurahan Sukagalih Tarogong Kidul Kabupaten Garut 1 jenalmutaqin@institutpendidikan.ac.id Abstrak: Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan wawasan pengetahuan tentang implementasi pembelajaran tematik di Sekolah Dasar Kecamatan Wanaraja Garut, dengan memberikan wawasan pengetahuan tentang pentingnya pemecahan masalah pembelajaran berkaitan dengan pengembangan profesi untuk meningkatkan profesionalitas bagi pendidik di sekolah dasar. Permasalahan diselesaikan dalam tiga tahapan kegiatan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan tingkat keberhasilan dengan indikasi adanya persamaan pola pikir pendidik jenjang SD/MI/Sederajat, adanya respon yang positif dari peserta pengabdian berkaitan dengan implementasi pembelajaran tematik di sekolah dasar. Abstract:. This community service aims to provide insight into knowledge about the implementation of thematic learning in the Elementary School Wanaraja Garut District, by providing knowledge about the management of learning problems with professional development to increase professionalism for educators in elementary schools. Basic problems in three stages of preparation, implementation and evaluation activities. The results of community service activities show a level that shows an indication of the similarity in the mindset of participant, a positive response from community service participants related to the implementation of thematic learning in elementary schools. Kata Kunci / Keywords — Pembelajaran Tematik, Sekolah Dasar I. PENDAHULUAN Peserta didik yang berada pada sekolah dasar berada pada rentangan usia dini. Pada usia tersebut seluruh aspek perkembangan kecerdasan seperti IQ, EQ, dan SQ tumbuh dan berkembang sangat luar biasa. Pada umumnya tingkat perkembangan masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) serta mampu memahami hubungan antara konsep secara sederhana. Proses pembelajaran masih bergantung kepada objek-objek konkrit dan pengalaman yang dialami secara langsung. Sejak diberlakukannya kurikulum 2013 pembelajaran di SD kelas I – VI dilaksanakan dengan menggunakan model pembelajaran tematik. Sesuai dengan tahapan perkembangan anak yang masih melihat segala sesuatu sebagai suatu keutuhan (holistic), pembelajaran yang menyajikan mata pelajaran secara terpisah akan menyebabkan kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik dan membuat kesulitan bagi peserta didik. Akan tetapi, dalam praktiknya masih banyak guru yang kesulinan dalam mengimplementasikan pembelajaran tematik. Atas dasar pemikiran di atas dan dalam rangka implementasi Standar Isi yang termuat dalam Standar Nasional Pendidikan, maka pembelajaran di sekolah dasar yakni kelas satu sampai kelas enam lebih sesuai jika dikelola dalam pembelajaran terpadu melalui pendekatan pembelajaran tematik. Untuk memberikan gambaran tentang pembelajaran tematik yang dapat menjadi acuan dan contoh konkret, disiapkan model pelaksanaan pembelajaran tematik untuk SD/MI kelas I hingga kelas IV. II. KAJIAN PUSTAKA A. Karakteristik Perkembangan anak usia kelas awal SD Anak yang berada di kelas awal SD adalah anak yang berada pada rentangan usia dini. Masa usia dini ini merupakan masa yang pendek tetapi merupakan masa yang sangat penting bagi kehidupan seseorang. Oleh karena itu, pada masa ini seluruh potensi yang dimiliki anak perlu didorong sehingga akan berkembang secara optimal. Karakteristik perkembangan anak pada kelas satu, dua dan tiga SD biasanya pertumbuhan fisiknya telah mencapai kematangan, mereka telah mampu mengontrol tubuh dan keseimbangannya. Mereka telah dapat melompat dengan kaki secara bergantian, dapat mengendarai sepeda roda dua, dapat menangkap bola dan telah berkembang koordinasi tangan dan mata untuk dapat memegang pensil maupun memegang gunting. Selain itu, perkembangan sosial anak yang berada pada usia kelas awal SD antara lain mereka telah dapat menunjukkan keakuannya tentang jenis kelaminnya,