Vol. 4 No. 2 2021 JULI 2021 GLOBAL KOMUNIKA ISSN 2085 - 6636 EISSN 2655 - 5328 13 PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KERETA API GERBONG EKONOMI AC Marlina Rahmi Shinta, Agung Raharjo, Tuty Mutiah Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bahasa Universitas Bina Sarana Informatika Agung.ajq@bsi.ac.id ABSTRAKSI Penelitian ini berjudul Persepsi Masyarakat Terhadap Kereta Api Ekonomi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pola pikir masyarakat terhadap kereta api ekonomi. Saya menggunakan metode wawancara dan literatur untuk membuat Penelitian ini. Dengan beberapa referensi, saya menyusun penelitian ini berdasarkan fakta yang ada dan pengalaman para narasumber. Saya berpikiran bahwa masyarakat memiliki persepsi buruk tentang kereta api ekonomi karena berbagai sebab. Setelah dilakukan penelitian, hasilnya adalah terbukti bahwa masyarakat mempunyai pola pikir buruk terhadap kereta api, tetapi, pola pikir tersebut dapat diubah dengan sosialisasi dan publikasi yang diikuti dengan peningkatan pelayanan. Kata kunci : Persepsi, Kereta api ekonomi, Kereta api ekonomi AC PENDAHULUAN Perkeretaapian di Indonesia sudah ada sejak zaman Belanda dahulu. Berbagai macam kereta api pernah melintas di jalur – jalur yang sudah berumur 1 abad tersebut. Salah satu contoh jenis kereta api yang menjadi moda transportasi umum dan relatif ekonomis adalah kereta api ekonomi. Namun, seperti kita ketahui, sering terpatri persepsi di otak kita bahwa kereta api ekonomi adalah sarana transportasi yang berada di bawah “ambang batas manusiawi”. Apa yang terlintas di pikiran kita saat mendengar kata “kereta api ekonomi”? Desak desakan, panas, kotor, rawan kejahatan, pedagang asongan, dan hal buruk lain. Namun, sekarang, benar kah kenyataannya seperti itu? Kenyataannya adalah tidak benar. Kereta api ekonomi sudah menjadi kereta api yang lebih baik dan manusiawi. Kereta api ekonomi saat ini dipasangi AC, sudah tidak ada penumpang berdiri untuk kereta api ekonomi jarak jauh, keadaan kereta sudah jauh lebih baik, pedagang asongan sudah tidak ikut di dalam kereta api, dan berbagai perubahan menuju arah lebih baik lainnya. Berdasarkan pemikiran tersebut, peneliti di pindahin Jakarta ingin mencoba mencari tahu apakah masyarakat masih memiliki persepsi kereta api ekonomi sebagai “gudang manusia berjalan” atau tidak, dan peneliti ingin mencari tau cara mengubah persepsi masyarakat bahwa kereta api ekonomi sudah menjadi moda transportasi yang lebih baik dengan embel – embel “gudang manusia berjalan” yang sudah tidak berlaku lagi, dan mengajak masyarakat untuk menggunakan kereta api ekonomi sebagai moda transportasi yang sudah menjadi lebih nyaman, aman, cepat, dan ekonomis. KAJIAN LITERATUR Kereta api adalah sarana transportasi berupa kendaraan yang berjalan sendiri atau dirangkaikan dengan kendaraan lain yang berjalan di atas rel. Saat awal masa perkeretaapian, kereta api ditarik menggunakan lokomotif uap kecil bahkan menggunakan tenaga hewan seperti kuda. Sedangkan, untuk perkeretaapian modern, biasanya, kereta api ditarik menggunakan lokomotif diesel/listrik atau menggunakan mesin di bawah kereta. Kereta api ekonomi adalah kereta api dengan kelas terendah di Indonesia dan beberapa negara. Kereta api ekonomi sebelum pengelolanya adalah PT KAI dan Ignasius Jonan menjadi dirutnya merupakan kereta non-AC bertarif rendah. Sedangkan, setelah perusahaan pengelola kereta api berubah menjadi PT KAI dan dirut PT KAI menjadi Ignasius Jonan, kereta api ekonomi adalah kereta ber-AC tarif menengah. Kereta api