PENGELOMPOKAN KABUPATEN/KOTA DI SULAWESI SELATAN BERDASARKAN INDIKATOR KESEHATAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE AVERAGE LINKAGE Wahidah Alwi 1 , Adnan Sauddin 1 , Vivi Feromida 1 1 Jurusan Matematika UIN Alauddin Makassar E-mail: wahidah.alwi@uin-alauddin.ac.id Abstrak: Penelitian ini membahas tentang pengelompokan kabupaten/kota di Sulawesi Selatan berdasarkan indikator kesehatan dengan menggunakan metode Average Linkage. Kondisi kesehatan di Provinsi Sulawesi Selatan saat ini, masih terbatasnya jangkauan dan akses pelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daerah yang memiliki kemiripan karakteristik berdasarkan indikator kesehatan di Sulawesi Selatan. Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan dalam pengelompokan, salah satunya analisis cluster Average Linkage. Dimana analisis cluster adalah salah satu teknik multivariat yang tujuan utamanya mengelompokkan objek berdasarkan karakteristik yang mereka miliki. Dari hasil penelitian, diperoleh bahwa daerah yang memiliki kemiripan karakteristik dari segi kesehatan di Provinsi Sulawesi Selatan berdasarkan variabel yang digunakan dibentuk 4 cluster. Kabupaten/Kota pada cluster 4 yaitu Kota Palopo, cluster 3 terdiri dari 2 Kabupaten/Kota yaitu Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara, dan cluster 2 hanya terdiri dari 1 Kabupaten/Kota yaitu Kabupaten Bulukumba. Adapun cluster 1 terdiri dari 20 Kabupaten/Kota yaitu semua Kabupaten/Kota kecuali Kabupaten Bulukumba, Tana Toraja, Toraja Utara dan Kota Palopo. Kata Kunci: Analisis Cluster , Average Linkage, Indikator Kesehatan PENDAHULUAN ondisi kesehatan di Provinsi Sulawesi Selatan saat ini, masih terbatasnya jangkauan dan akses pelayanan kesehatan terutama pada daerah-daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan karena belum didukung oleh sarana transportasi yang memadai. Selain itu, belum meratanya penyebaran beberapa tenaga kesehatan serta adanya tugas rangkap bagi petugas di tingkat Puskesmas menyebabkan tidak optimalnya pelayanan kesehatan. Kondisi umum pembangunan kesehatan di Provinsi Sulawesi Selatan dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, perilaku dan pelayanan kesehatan. Pada Susenas 2014, penduduk Sulawesi Selatan yang mengalami keluhan kesehatan sekitar 24,78% dan 50,60% yang mengakibatkan terganggunya kegiatan sehari-hari. Gangguan kesehatan dapat mengakibatkan terganggunya aktivitas sehari- hari, baik dalam melakukan pekerjaan, bersekolah, mengurus rumah tangga maupun aktivitas lainnya. Gangguan kesehatan yang biasanya terjadi pada masyarakat yaitu 36 K