Jurnal ILMU DASAR, Vol.14, No. 1, Januari 2013: 53-57 53 Journal homepage: http://jurnal.unej.ac.id/index.php/JID Penyiapan Material Acuan Untuk PenentuanTrigonelline Dalam Biji Kopi Hijau Menggunakan HPTLC Preparation of Reference Material for Trigonelline Determination Inside of Green Coffee Beans Using HPTLC Yeni M. Muflihah 1*) dan Buchari 2 1 Jurusan Kimia FMIPA Universitas Jember 2 Jurusan Kimia, FMIPA, ITB *) Email: yeni.maulidah@gmail.com ABSTRACT Preliminary study of preparation reference material for trigonelline determination in green coffee beans have been performed by HPTLC method. Physical characterization performed on green coffee beans include the determination of moisture content, ash content and metal content. Water content values obtained on average 6.4% (%RSD 4.8) and ash content 3.9% (%RSD 16.2). Metal determination (Cu, Zn, Fe) with atomic absorption spectrometry method found Cu 9.4 (mg/kg), Zn 12,0 (mg/kg) and Fe 64.0 (mg /kg). Sonication as extraction method using methanol solvent for 30 minutes and separation method HPTLC on aluminum plates coated with silica gel 60 F254. Eluent used was mixture of n-propanol: methanol: water (4:1:4, v/v/v) with elution length 8 cm. Linear regression obtained in concentration range 200-1200 ng spot -1 with R 2 = 0.9857. Detection limits obtained 140.7 ng and 468.9 ng for quantitation limit. Repeatability was achieved from 800 ng spot -1 (% RSD 13.8). Keywords : Reference material, Trigonelline, green coffee, HPTLC PENDAHULUAN Komposisi senyawa antioksidan dalam kopi akan bervariasi tergantung pada spesies, varietas, derajat pemanggangan, penyimpanan, geografis, dan tingkat kematangan buah kopi ( Casal et al, 2000; Minamisawa et al, 2004). Proses roasting atau pemanggangan merupakan salah satu tahapan pengolahan kopi dimana terjadi proses-proses kimia secara simultan seperti reaksi Mailard dan Stecker, degradasi protein, polisakarida, trigonelline dan asam klorogenat (Bicho et al, 2011; Gomez-ruiz et al, 2008; Musatto et al, 2000). Penelitian- penelitian tersebut menyimpulkan bahwa sebagian senyawa akan mengalami penurunan karena terdegradasi dengan adanya peningkatan suhu dan waktu pemanggangan. Salah satu senyawa yang mengalami perubahan dengan adanya pemanggangan adalah trigonelline. Trigonelline merupakan hormon tanaman yang memiliki sifat antara lain anti kanker, anti migrain, antiseptik, hipokolesteromik, hipoglikemik dan antipiretik (Martin et al, 1997). Penelitian mengenai trigonelline telah banyak dilakukan, karena selain terdapat dalam kopi, trigonelline juga merupakan komponen aktif dari fenugreek, Tuang-kua-jen dan ubur-ubur (Martin et al, 1997). Namun demikian, publikasi mengenai analisis trigoneline dalam kopi masih belum banyak ditemukan karena selain kopi merupakan material kompleks yang terdiri dari ratusan senyawa, kadar trigonelline dalam kopi sendiri tidak terlalu besar, yaitu antara 0,3-1,3% (Bicho et al, 2011). Permasalahan-permasalahan tersebut dewasa ini mulai diatasi dengan menggunakan penggunaan material acuan. Material acuan (Refference material) adalah bahan atau zat yang satu atau lebih sifatnya telah di analisa dan cukup homogen serta cukup stabil untuk digunakan sebagai kalibrasi peralatan, penilaian suatu metode pengukuran dan menempatkan nilai suatu material (IAEA, 2003). Material acuan bisa dalam bentuk murni atau merupakan campuran gas, cairan atau padatan. Material acuan banyak dipakai dalam kimia analitik sebagai kalibrasi alat, validasi metode, penilaian performance dari alat, metode dan instrumen dan menentukan ketidakpastian suatu hasil pengukuran.