51 Tri Warseno dan Dyan Meiningsasi Siswoyo Putri : Multiplikasi Tunas dan Induksi Perakaran Pada Perbanyakan Rhododendron ... Multiplikasi Tunas dan Induksi Perakaran Pada Perbanyakan Rhododendron radians J.J.Sm (Ericaceae) Secara In Vitro [Shoot Multiplication and Root Induction on In Vitro Propagation of Rhododendron radians J.J.Sm (Ericaceae)] Tri Warseno dan Dyan Meiningsasi Siswoyo Putri Balai Konservasi Tumbuhan Kebun raya ‘Eka Karya’ Bali - LIPI, Candikuning, Batutiri, Tabanan, Bali, Indonesia 82191 E-mail: tri_06April@yahoo.co.id/triw007@gmail.com Diterima: 6 Juni 2017; direvisi: 14 Mei 2018; disetujui: 15 Juni 2018 ABSTRAK. Rhododendron radians merupakan tanaman hias yang hanya ditemukan di Sulawesi Tengah dan Utara. Perbanyakan secara massal diperlukan untuk komersialisasi tanaman tersebut. Penelitian bertujuan mendapatkan teknik mikropropagasi secara in vitro yang tepat untuk R. radians melalui percobaan pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) pada media kultur. Penelitian terdiri atas dua tahap percobaan. Percobaan 1 perlakuan kombinasi ZPT untuk proliferasi tunas disusun menggunakan rancangan acak lengkap dengan satu faktor, yaitu media (delapan kombinasi media) dengan menggunakan dua konsentrasi IAA (0,1 mg/l dan 1,0 mg/l) dan empat konsentrasi 2iP (0, 6, 7, dan 8 mg/l). Percobaan 2 adalah perlakuan IBA untuk pertumbuhan tunas dan pengakaran menggunakan lima variasi media (M1 = media WPM (kontrol), M2 = media WPM + 0,25 mg/l IBA, M3 = media WPM + 0,5 mg/l IBA, M4 = media WPM + 1 mg/l IBA, M5 = media WPM + 5 mg/l IBA). Hasil penelitian menunjukan bahwa media WPM dengan penambahan 1,0 mg/l IAA dan 7,0 mg/l 2iP merupakan media terbaik untuk induksi tunas pada R. radians, dengan jumlah tunas rata-rata 15,80 + 3,45 cm dan tinggi tunas rata-rata 2,36 + 0,25 cm, sedangkan media terbaik untuk induksi akar adalah media M4 (WPM + 1,0 mg/l IBA), dengan persentase eksplan berakar 63,33% dan panjang akar rata-rata 4,7 mm. Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan sebagai acuan awal untuk melakukan perbanyakan secara massal R. radians dan diharapkan penelitian lebih lanjut dapat dilakukan sampai dengan tahap aklimatisasi. Kata kunci: Auksin; Media; Mikropropagasi; Rhododendron radians ABSTRACT. Rhododendron radians is an ornamental plant that found only in Sulawesi (Central and North). Commercialization of this species requires mass propagated plant materials. This study aimed to determine the proper technique for R. radians micropropagation in vitro. This study used two stages of treatment i.e (1) treatment of IAA on shoot proliferation R. radians arranged in completely randomized design with one factor (eight medium combination), the concentration of plant growth regulators IAA which consisted of two levels: 0.1 mg/l, and 1 mg/l and concentration of growth regulators 2iP consisting of four levels (0,6, 7, and 8 mg / l); (2) IBA treatment on shoot growth and rooting using fve variations of the medium (M1 = WPM (control), M2 = WPM + 0.25 mg/l IBA, M3 = WPM + 0.5 mg/l IBA, M4 = WPM + 1 mg/l IBA; M5 = WPM + 5 mg/l IBA). The results showed that the WPM added with 1 mg/l IAA and 7 mg/l 2iP was the best medium for shoot induction initiated from seed culture, with the average number of shoots 15. 80 ± 3.45 cm and an average shoot height of 2.36 ± 0.25 cm. While the best medium for root induction was M4 (WPM + 1 mg / l IBA), with a percentage of 63.33% rooted explants and the average root length of 4.7 mm. The results of this study can be used as a starting point to conduct mass propagation R. radians. Keywords: Auxin; Medium; Micropropagation; Rhododendron radians Rhododendron radians J.J. Sm. merupakan salah satu anggota suku Eriacaeae yang berasal dari daerah Sulawesi Tengah dan Utara. Spesies tersebut memiliki potensi sebagai tanaman hias karena memiliki bunga yang unik. Bunganya tersusun secara menyebar ke arah luar dari titik pusat (Argent & Mitchell 2006). Masa berbunga dan berbuah dari jenis tersebut hampir terjadi sepanjang tahun. Lama waktu tunas bunga hingga terbentuk bunga sempurna mencapai 2–3 minggu dan bunga dapat bertahan selama 4–5 minggu hingga terbentuk bakal buah, sedangkan buah bertahan selama 5 minggu sampai dapat menghasilkan biji (Warseno & Putri 2010; Putri 2011). Beberapa penelitian menginformasikan bahwa jenis tersebut diketahui memiliki beberapa varian, yaitu R. radians var. minahasae (Sleumer) dan R. radians var. pubitubum (Sleumer) Argent comb. nov. Keseluruhan varian tersebut hanya dapat ditemukan di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara. Jenis tersebut termasuk jenis liar yang cukup berpotensi untuk dikembangkan dan dapat dimanfaatkan sebagai tanaman hias (Putri 2011). Koleksi Rhododendon radians J.J. Sm. di Kebun Raya Eka Karya Bali No. akses E200408222, no koleksi 117 diperoleh pada tahun 2004 dalam kegiatan penelitian eksplorasi di kawasan Cagar Alam Tinombala, Desa Labonu, Kecamatan Basidondo, Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah. Rhododendron memiliki potensi sebagai tanaman hias dan obat-obatan, telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Menurut beberapa penelitian