Sosial : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial; ISSN: 2580-1198 Website : http://sosial.unmermadiun.ac.id/index.php/sosial Volume 22 Nomor 2 September 2021, SOSIAL | 84 Semiotika Sistem Tanda Roland Barthes Pada Advertising Promosi Nunik Hariyani 1 1 Universitas Merdeka Madiun, Address Jl. Serayu No.79, Pandean Kec. Taman, Kota Madiun, Jawa Timur, 63133, Indonesia E-mail: nunik@unmer-madiun.ac.id Abstract - Penelitian ini membahas tentang representasi makna cinta lingkungan dalam iklan Rinso edisi “yuk mulai bijak sampah” yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana cinta lingkungan disimbolkan dalam iklan Rinso edisi “yuk mulai bijak plastik”. Selain itu, penelitian ini juga bermaksud untuk menginterpretasi makna cinta lingkungan dalam iklan Rinso edisi “yuk mulai bijak plastik”. Penelitian ini menggunakan metode analisis teks. Objek yang diteliti adalah i klan Rinso edisi”yuk mulai bijak plastik”. Untuk menjawab penelitian digunakan analisis semiologi Roland Barthes. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan analisis dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa simbolisasi cinta lingkungan dalam iklan Rinso edisi “yuk mulai bijak plastik” meliputi audio (voice over), dan visual (objek dalam scene, cara pengambilan gambar). Makna cinta lingkungan yang terkandung dalam iklan antara lain yaitu makna dampak kurangnya mencintai lingkungan, lingkungan sebagai tempat seluruh makhluk hidup, pentingnya menjaga lingkungan, bijak dalam menggunakan plastik, mengajarkan sadar lingkungan sejak dini, sikap gotong royong, pentingnya membuang sampah pada tempatnya, dan sadar lingkungan untuk kelanjutan generasi selanjutnya. Adapun mitos dari keseluruhan iklan ini menjelaskan bahwa makna cinta lingkungan adalah sadar, menjaga, dan melestarikan lingkungan tersebut. Implikasi dari penelitian ini adalah agar masyarakat terkhususnya penonton televisi lebih selektif dan kritis dalam memaknai pesan iklan yang ada. Keywords: Makna ; Cinta Lingkungan ; Semiotika ; Iklan Televisi. I. PENDAHULUAN Hingga saat ini media televisi di Indonesia masih menjadi media yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Berdasarkan survey Nielsen consumer media view pada tahun 2017 yang dilakukan di 11 kota di Indonesia, penetrasi televisi masih memimpin dengan 96 persen disusul dengan media luar ruang 53 persen, internet 44 persen, radio 37 persen, koran 7 persen, tabloid dan majalah 3 persen (Nielsen, 2017). Nielsen adalah perusahaan global yang menyediakan pemahaman komprehensif pada apa yang konsumen tonton (watch) dan beli (buy). Watch menyediakan layanan pengukuran total khalayak di seluruh perangkat di mana isi video, audio dan pesan dikonsumsi; bagi klien media dan agensi periklanan. Berlangsung 2 tahun hingga tahun 2019, menurut data yang didapat peneliti dari badan pusat statistik (BPS) Indonesia 2019. Tercatat proporsi penduduk berumur 5 tahun ke atas yang menonton Televisi yaitu 93,21 sedangkan proporsi individu berumur 5 tahun ke atas yang menggunakan internet yaitu 47,69 (BPS, 2019). Televisi sebagai media yang masih banyak digunakan oleh masyarakat di Indonesia seringkali mengangkat isu-isu sosial, salah satu isu sosial yang mulai sering muncul adalah tentang kerusakan lingkungan yang diakibatkan karena ketidakpedulian terhadap sampah. Persoalan lingkungan juga harus menjadi tanggung jawab media, paling tidak untuk meningkatkan kepedulian dan pemahaman masyarakat agar mau manjaga dan melestarikan lingkungan. Melalui tayangan televisi, orang yang tidak berpendidikan sekalipun akan dapat memahami pesan apa yang ingin disampaikan. Kepedulian terhadap lingkungan mulai berkembang dalam beberapa tahun terakhir ini. Banyak perusahaan mulai menyuarakan bentuk kepeduliaannya terhadap lingkungan melalui konsep iklan yang mereka buat. menerapkan suatu konsep bisnis baru dengan menerapkan isu-isu mengenai lingkungan. Bagi pihak perusahaan, sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dilakukan dengan membuat iklan-iklan produk yang memberikan konsep cinta lingkungan. Salah satu perusahaan yang mulai memunculkan kepeduliannya terhadap keadaan lingkungan adalah PT. Unilever Indonesia, Tbk. yang menayangkan iklan Rinso edisi “Yuk Mulai Bijak Plastik” (2019). Rinso adalah merk produk detergen dari PT. Unilever Indonesia, Tbk yang hadir di Indonesia sejak tahun 1970. PT Unilever Indonesia, Tbk. meluncurkan kampanye “Yuk Mulai Bijak Plastik” untuk mengajak masyarakat bersama -sama menjaga alam Indonesia agar tidak tercemar oleh sampah plastik adalah salah satu bentuk kegiatan dalam misi perusahaan. Salah satu cara mengkampanyekanya adalah dengan menayangkan iklan Rinso edisi “Yuk Mulai Bijak Plastik”. Penciptaan iklan yang kreatif, informatif dan persuasif diwajibkan agar produk iklan dapat diterima masyarakat dengan mudah. Iklan mengemas konsep kreatifnya dengan simulasi yang diilustrasikan menggunakan setting semirip mungkin dengan realitas suatu masyarakat agar tujuan pesan dalam iklan itu tercapai, dan serta mampu membuat masyarakat tidak sadar dan merasa bahwa mereka sudah terkena terpaan iklan. Penggunaan unsur kreatif secara verbal maupun nonverbal dengan menggunakan kemasan audio dan visual dalam mengkomunikasikan suatu pesan, terkadang