1125 Perbedaan Model Problem Based Learning dan Konvensional terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Devi Tri Lukitasari 1 , Sudarmiatin 2 , Muhammad Zainuddin 3 1 Pendidikan Dasar-Universitas Negeri Malang 2 Manajemen-Universitas Negeri Malang 3 Keguruan Sekolah Dasar dan Prasekolah-Universitas Negeri Malang INFO ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Diterima: 27-05-2019 Disetujui: 23-08-2019 Abstract: This study aims to determine the differences in the ability to think critic of elementary school students by applying the model of Problem Based Learning (PBL) and Conventional. This type of research that is a quasi-experimental design Nonequivalent Control Group Design. Number of respondents 72 students, 36 students in grade control (conventional) and the experimental class of 36 students (PBL). Instruments used the descriptions written tests. Based on research results using the Independent Sample T-Test results obtained 0.000 <0.05. This means that there are difference significant between critical thinking skills in the classroom with the conventional model and PBL. These results are supported by the acquisition of the average yield of critical thinking skills acquisition experimental class with a mean = 14.2, while the control class to get mean = 12.4. So it could be concluded that there were significant differences of critical thinking skills class with PBL and conventional models. Abstrak: Penelitian ini bertujuan guna mengetahui perbedaan kemampuan berpikir ktitis siswa SD dengan menerapakan model Problem Baased Learning (PBL) dan Konvensional. Jenis penelitian ini yakni kuasi eksperimen berdesain Nonequivalent Control Group Design. Jumlah responden 72 siswa, 36 siswa kelas kontrol (dengan konvensional) dan 36 siswa kelas eksperimen (dengan PBL). Instrumen yang dipakai yakni tes tulis uraian. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan Independent Sample T- Test diperoleh hasil 0,000 < 0,05. Hal tersebut berarti ada perbedaan yang significan antara kemampuan berpikir kritis pada kelas dengan model konvensional dan PBL. Hasil tersebut didukung dengan perolehan hasil rata-rata keterampilan berpikir kritis kelas eksperimen dengan perolehan rerata = 14,2 sedangkan kelas kontrol mendapatkan rerata = 12,4. Sehingga bisa disimpulkan ada perbedaan signifikan keterampilan berpikir kritis kelas dengan model PBL dan Konvensional. Kata kunci: problem based learning model; conventional model; critical thinking skills; model problen based learning; model konvensional; keterampilan berpikir kritis Alamat Korespondensi: Devi Tri Lukitasari Pendidikan Dasar Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang E-mail: Devi.luki5@gmail.com Pembelajaran IPS tematik di jenjang sekolah dasar tersebut sudah seharusnya dapat terselesaikan mengingat IPS mengkaji berbagai permasalahan sosial dalam hidup. Salah satu aspek penting dalam pembelajaran IPS adalah keterampilan berpikir kritis. Hal tersebut sesuai dengan tujuan pembelajaran IPS yaitu mempunyai basic skill guna berpikir logis dan kritis, rasa keingintahuan, menemukan sendiri, menyelesaikan permasalahan, serta keterampilan sosial (Supardan, 2015). Sehingga keterampilan berpikir kritis sangat diperlukan pada abad 21 ini baik pada pendidikan ataupun kehidupan sehari-hari. Masyarakat dituntut dalam mengembangkan pola pikir kritis dalam berbagai aspek. Oleh karena itu, keterampilan berpikir kritis dimasukkan ke dalam kompetensi kurikulum 2013 pada pendidikan Indonesia (Permendikbud, 2013). (Kemendikbud, 2016) tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah menghendaki kompetensi lulusan yang dapat menghadapi tantangan abad 21. Lembaga pendidikan diharapkan mampu menciptakan generasi emas yang mempunyai life skills agar dapat berkompetisi dalam masyarakat. Kecakapan hidup tersebut adalah berkemampuan kreatif, inovatif, berpikir kritis dalam memecahkan permasalahan dan bertanggung jawab (RESouRCE & GuidE, 2008). Hal serupa juga tertuang dalam BSNP tahun 2010, bahwa SDM Indonesia harus memiliki kompetensi atau keahlian berupa keterampilan berpikir kritis, kerjasama, dan pemecahan masalah. Salah satu keterampilan yang diupayakan dari jenjang pendidikan dasar adalah berpikir ktitis. Berpikir kritis merupakan kemampuan berpikir untuk menemukan suatu masalah yang diangap benar. Tersedia secara online http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/ EISSN: 2502-471X DOAJ-SHERPA/RoMEO-Google Scholar-IPI Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 4 Nomor: 8 Bulan Agustus Tahun 2019 Halaman: 1125—1131