“Penguatan Pendidikan & Kebudayaan untuk Menyongsong Society 5.0” 2019 609 Psikodrama Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Remaja Perempuan Al Thuba Septa Priyanggasari 1 , Muhammad Rizkan 2 , Frans Deska Bestari 3 Universitas Merdeka Malang 1,2,3 althuba.septa@unmer.ac.id 1 , muhammadritzan05@gmail.com 2 , fransdeskab@gmail.com 3 ABSTRAK Studi ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri remaja perempuan dengan menggunakan teknik psikodrama. Subyek intervensi dalam studi ini adalah 6 orang siswa kelas 7 sebuah SMP di Kota Malang, Jawa Timur. Pemilihan subyek berdasarkan atas keterangan wali kelas dan hasil observasi. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, subyek memiliki diagnosis kepercayaan diri rendah, dimana hal ini dipertegas oleh hasil skor skala kepercayaan diri. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan skala kepercayaan diri. Intervensi terdiri dari 8 sesi psikodrama. Teknik ini dipilih karena pada psikodrama terdapat unsur action dan sharing dimana kegiatan tersebut harus dilakukan sehingga memberian kesempatan pada peserta untuk menguji keyakinan dan kepercayaan diri mereka baik untuk bertindak maupun berbicara pada situasi yang melibatkan kehadiran orang lain. Namun terdapat sesi warming up untuk mengkondisian peserta dan beradaptasi pada situasi tersebut. Setelah dilakukan intervensi, seluruh peserta menunjukkan kenaikan skor pada skala kepercayaan diri. Kata Kunci: psikodrama, kepercayaan diri, remaja perempuan PENDAHULUAN Usia remaja merupakan periode perkembangan pembentukan self- identity dimana eksplorasi dan eksperimentasi dapat mendukung hal tersebut . Proses ini dibutuhkan untuk keberfungsian psikologis yang sehat, dimana hal ini dapat membantu seseorang merasakan kepercayaan terhadap dirinya sendiri. Percaya diri adalah sikap positif seorang individu yang memampukan diri sendiri maupun lingkungan atas situasi yang dihadapinya, dengan kata lain kepercayaa diri digambarkan dengan keyakinan pada kemampuan diri sendiri untuk melakukan segala sesuatu yang diinginkan dan merasa puas terhadap dirinya. Kepercayaan diri berkembang melalui interaksi individu dengan lingkungannya (Fatimah, 2006). Kepercayaan diri berkaitan erat dengan bagaimana seseorang memandang atau memberikan penghargaan pada dirinya sendiri (self-esteem), dimana self-esteem yang positif merupakan komponen utama dalam memotivasi penerimaan sosial di antara teman sebaya (Forney, Forney & Crutsinger, 2005). Sehingga apabila kepercayaan diri seorang remaja rendah, maka motivasi penerimaan sosial di antara teman sebaya pun akan rendah pula. Masalah mengenai rendahnya kepercayaan diri siswa, terutama pada remaja perempuan juga ditemukan di SMP Malang, Jawa Timur. Berdasarkan asesmen yang dilakukan selama kurang lebih 1 bulan, diperoleh informasi mengenai dinamika psikologis para peserta didik yang menonjol pada rendahnya kepercayaan diri. Rendahnya kepercayaan diri yang dimiliki para