16 ASPEK MORALITAS FILM CINDERELLA Mu’thia Mubasyira Program Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Indraprasta PGRI Jakarta muthia.mubasyira@yahoo.com ABSTRAK Karya sastra dapat berbentuk prosa, puisi ataupun film. Film sebagai salah satu bentuk dari karya sastra pun dapat dikatagorikan dalam bentuk fiksi dan non fiksi. Pada penelitian ini, penulis mengangkat film bertemakan ketulusan dan pengorbanan. Film yang diambil sebagai objek penelitian berjudul Cinderella. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis aspek-aspek moralitas yang terdapat dalam film ini. Penelitian ini diharapkan mampu menambah khazanah ilmu pengetahuan terutama sastra dan dapat menjadi referensi tambahan bagi peminatnya terutama peminat film. Kata kunci: sastra, film, moralitas A. PENDAHULUAN Film menjadi media yang sangat berpengaruh, melebihi media-media yang lain. Oleh karena itu, penayangan film dengan audio dan visual bekerja membuat penontonnya tidak bosan dan lebih mudah mengingat. Film yang ditemukan pada akhir ke-19 dan terus berkembang hingga hari ini merupakan perkembangan lebih jauh dari teknologi fotografi. Film dapat dijadikan alat yang memuat pesan-pesan atau amanat kepada penontonnya. Pesan atau amanat tersebut dapat berupa nasihat moral. Moral adalah sifat dasar yang diajarkan di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan. Moral adalah sikap keabsolutan dalam kehidupan bermasyarakat secara utuh. Moral adalah perbuatan atau tingkah laku dan ucapan seseorang dalam berinteraksi dengan manusia lainnya. Moral merupakan produk dari budaya dan agama. Moral juga dapat diartikan sebagai sikap, perilaku, tindakan, kelakuan yang dilakukan seseorang pada saat mencoba melakukan sesuatu berdasarkan pengalaman, tafsiran, suara hati serta nasihat. Moralitas merupakan aspek kepribadian yang perlu seseorang dalam kaitannya dengan kehidupan sosial secara harmonis, adil, dan seimbang. Perilaku moral diperlukan demi