Gustri Yeni, Silfia, Wilsa Hermianti Pengembangan Potensi Tepung Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) Sebagai Matriks Enkapsulasi Yang Dimodifikasi Melalui Proses Litnerisasi Untuk Bahan Baku Kosmetik. Prosiding Seminar Nasional I Hasil Litbangyasa Industri Palembang, 18 Oktober 2018 ISSN 2654-8550 155 Pengembangan Potensi Tepung Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) Sebagai Matriks Enkapsulasi Yang Dimodifikasi Melalui Proses Litnerisasi Untuk Bahan Baku Kosmetik Gustri Yeni 1a) , Silfia 1b) dan Wilsa Hermianti 1c) 1 Padang Institute for Industrial Research and Standardization, Ministry of Industry, Indonesia a) Corresponding author: guszen@yahoo.com b) silfiabintiarsul@gmail.com , c) wilsadjaswir@gmail.com ABSTRAK Trend penggunaan bahan alam (back to nature) meningkat dengan tingginya kesadaran masyarakat dan keterbatasan penggunaan bahan baku sintetis dalam jangka panjang dapat merusak kesehatan, terutama untuk bahan baku kosmetik. Tepung bengkuang memiliki potensi dikembangkan sebagai sebagai penyalut tipis (enkapsulan) bahan aktif melalui proses modifikasi. Proses modifikasi tepung bengkuang dapat dilakukan diantaranya melalui proses litnerisasi atau hidrolisis asam secara lambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi fisikokimia tepung bengkuang termodifikasi dengan variasi lama hidrolisis dan konsentrasi asam klorida (HCl). Perlakuan yang dicobakan adalah lama hidrolisis, yaitu 24, 48, 72 dan 96 jam dengan konsentrasi HCl 1%, 2% dan 3% pada suhu 40±5°C. Parameter yang diamati meliputi kadar amilosa, derajat Polimerisasi (DP), viskositas, kelarutan, aktivitas antioksidan (IC50) dan morfologi. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan optimum dihasilkan pada konsentrasi HCl 2% dan lama hidrolisis 72 jam. Tepung bengkuang termodifikasi menunjukkan terjadi penurunan DP dan kadar amilosa dengan makin lama lintnerisasi, yaitu 885%-22,34% dan 53,87%. Viskositas, kelarutan dan aktivitas antioksidan (IC50) meningkat, yaitu 228cP-155cP, dan 45,7%-90,8%, aktivitas antioksidan (IC50) dan granula tepung mengalami kerusakan walaupun bentuknya masih relatif tidak berubah. Kata kunci: tepung bengkuang, modifikasi, litnerisasi, hidrolisis asam, karakterisasi. Abstract The trend of using natural materials (back to nature) had been increasing along with the increase of public awareness and the limitation of the use of raw materials in health for long term, especially for cosmetic raw materials. Yam bean flour has potency to be developed as a coating (encapsulant) of active ingredients through a modification process. The modification process can be carried out through the litnerization or slow acid hydrolysis process. This study aimed to determine the physicochemical characteristic of modified yam bean flour base on hydrolysis duration and hydrochloric acid concentration (HCl). The hydrolysis duration were 24, 48, 72 and 96 hours with 1%, 2% and 3% HCl concentrations at 40±5°C. Related parameter included amylose content, degree of polymerization (DP), viscosity, solubility, antioxidant activity (IC50), and morphology. The results showed optimum conditions at HCl concentration 2% and hydrolysis duration 72 hours. DP and amylose content of modified yam bean flour was decreased in longer litnerization, i.e 885%-22.34% and 53.87%. Viscosity, solubility and antioxidant activity (IC50) were increased, i.e 228cP-155cP, and 45.7%-90.8%, IC50 and flour granules were damaged even though the shape was still relatively unchanged. Keywords: yam bean flour, modification, litnerization, acid hydrolysis, characterization. brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Ejournal of industrial system portal (Kementerian Perindustrian)