42 | Dewi Febriyanti, Hermini Triredjeki/Indonesia Jurnal Perawat Vol.6 No.1 (2021) 42-45 ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN DIARE AKUT DEHIDRASI SEDANG DI BANGSAL SERUNI RSUD KABUPATEN TEMANGGUNG Dewi Febriyanti a , Hermani Triredjeki b a,b Program Studi DIII Keperawatan Magelang, Poltekkes Semarang. Jln. Perintis Kemerdekaan No. 78 Magelang, JawaTengah, Indonesia Email : dewfeby0102@yahoo.com Abstrak Diare adalah penyakit yang ditandai dengan BAB lebih dari biasa atau lebih dari 3 kali dalam sehari disertai perubahan konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir dan darah. Penulisan ini menggunakan metode yang menjelaskan proses dari asuhan keperawatan yang di mulai dengan cara mengkaji pasien dengan cara wawancara, setelah melakukan pengkajian di lanjutkan menentukan intervensi dengan fokus klien diare akut dehidrasi sedang (DADS) yang berfokus pada studi defisiensi volume cairan. Hasil perawatan yang didapatkan selama 3x24 jam kekurangan volume cairan pada An. S teratasi yang ditandai dengan An. S mengalami BAB sebanyak 6 kali sehari hingga 1 kali sehari, yang tadinya muntah 1 kali sehari menjadi tidak dan yang tadi nya sering merasa mual jadi tidak merasa ingin mual serta bibir sudah tidak kering. Kesimpulan yang di peroleh dari asuhan keperawatan pada An. S mengalami peningkatan setelah diberi tindakan selama 3x24 jam yang ditandai dengan yang awalnya BAB sebanyak 6 kali menjadi 1 kali , klien tidak merasakan ingin muntah maupun mual serta bibir klien tidak kering. Kata kunci : Diare Akut, Dehidrasi Sedang, Kekurangan Volume Cairan Abstrack Diarrhea is a disease characterized by defecating more than usual or more than 3 times a day accompanied by a change in the consistency of the stool to become liquid with or without mucus and blood. This writing uses a method that describes the process of nursing care which begins by assessing the patient by means of interviews, after conducting the assessment, it continues to determine the intervention with a client focus on moderate acute diarrhea (DADS) which focuses on the study of fluid volume deficiency.Obtained from nursing care in An. S experienced an increase after being given the action for 3x24 hours which was marked by initially defecating 6 times to 1 time, the client did not feel like vomiting or nausea and the client's lips were not dry. Keywords : Acute Diarrhea, Moderate Dehydration, Lack of Fluid Volume PENDAHULUAN Buang air besar yang encer lebih sering terjadi dari biasanya disebut Diare. Diare biasanya disebabkan oleh virus atau, terkadang, makanan yang terkontaminasi. Jarang sekali menjadi tanda gangguan lain, seperti penyakit radang usus atau sindrom iritasi usus. Angka prevalensi nasional untuk stunting sendiri masih mencapai 27,67 persen, dan ini masih di bawah standar ambang batas yang diminta WHO, yakni 20 persen. Sedangkan untuk diare, angka prevalensi secara nasional di tahun 2018 mencapai 12,3 persen. Namun kabar baiknya, angka ini turun menjadi 4,5 persen di 2019 (WHO, 2020). faktor-faktor risiko terjadinya diare persisten yaitu : bayi berusia kurang atau berat badan lahir rendah (bayi atau anak dengan malnutrisi, anak-anak dengan gangguan imunitas), riwayat infeksi saluran nafas, ibu berusia muda dengan pengalaman yang terbatas dalam merawat bayi,tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu mengenai higienis, kesehatan dan gizi, baik menyangkut ibu sendiri ataupun bayi, pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam pemberian ASI serta makanan pendamping ASI, pengenalan susu non ASI/ penggunaan susu botol dan pengobatan pada diare akut yang tidak tuntas (Hazel 2013). Pengobatan pada gastroenteritis biasanya ialah minum cairan yang cukup, termasuk pada penderita yang muntah, harus minum sedikit demi sedikit untuk mengatasi dehidrasi sehingga muntahnya terhenti. Jika muntah berlangsung terus dan terjadi