Prosiding Seminar Teknologi dan Agribisnis Peternakan VII–Webinar: Prospek Peternakan di Era Normal Baru Pasca Pandemi COVID-19, Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, 27 Juni 2020, ISBN: 978-602-52203-2-6 406 UJI KEBUNTINGAN PADA SAPI DENGAN METODE PUNYAKOTI MENGGUNAKAN GABAH PADI Dewi Rahmayuni* 1 , Suardi 2 dan Arnim 2 1 Balai Penelitian Ternak, Bogor 2 Fakultas Peternakan, Universitas Andalas, Padang *Korespondensi email: dewirahmayuni91@gmail.com Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebuntingan pada sapi dengan metode punyakoti dengan menggunakan gabah padi dan perbandingan urine dan air terbaik, dan waktu deteksi kebuntingan terpendek yang optimal bisa terdeteksi dengan metode punyakoti. Penelitian ini dilaksanakan di Perusahaan sapi PT. Lembu Betina Subur kota Sawahlunto dari bulan Agustus 2011 sampai Februari 2012. Materi penelitian ini sapi bangsa Simmental Cross 22 hari pasca IB dan kodisi tubuh sedang. Jumla.h sapi yang diteliti sebanyak 31 ekor yang diperoleh selama 7 bulan. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental, yaitu dengan menggunakan urine sapi yang diperkirakan bunting untuk menentukan kebuntingan. Perlakuan dalam penelitian adalah perbandingan urine dan air dalam volume 17 ml yaitu: Perlakuan A perbandingan urine dan air 1:12, perlakuan B perbandingan urine dan air 1:14, perlakuan C perbandingan urine dan air 1:16. Kemudian dilakukan uji kebuntingan dengan metode punyakoti. Kemudian hasil penelitian dianalisis secara kualitatif dan pada 66 hari pasca IB diuji dengan uji statistik diagnostik. Peubah yang diukur adalah kebuntingan. Dengan mengacu metode palpasi rektal sebagai baku emas untuk diagnosis kebuntingan, pada 22 hari pasca IB dosis 1:12, 1:14 dan 1:16 menunjukkan persentase deteksi kebuntingan masing-masing adalah 0%. Pada 44 hari pasca IB dosis 1:12, 1:14 dan 1:16 menunjukkan persentase deteksi kebuntingan masing-masing 35,48%, 41,94% dan 64,74%. Pada 66 hari pasca IB dosis 1:12, 1:14 dan 1:16 menunjukkan persentase deteksi kebuntingan masing-masing 58,06%, 61,29%, dan 70,97% dengan nilai sensitivitas masing-masing dosis yaitu 69,23%, 73,08%, dan 84,62%. Dari penelitian yang dilakukan, maka diperoleh kesimpulan bahwa, metoda punyakoti menggunakan gabah padi dapat digunakan untuk mendeteksi kebuntingan ternak sapi dengan akurasi 84,62%. Perbandingan urine: air yang tepat dan waktu deteksi terpendek dalam mendeteksi kebuntingan dengan metode punyakoti menggunakan gabah padi adalah 1:16 pada 66 hari pasca IB. Kata kunci: sapi, kebuntingan, punyakoti, gabah padi Abstract. The purpose of this study was to determine pregnancy in cattle with the punyakoti method using rice grain and the best urine and water ratio, and the optimal shortest pregnancy detection time could be detected by the punyakoti method. This research was conducted at PT. Lembu Betina Subur of Sawahlunto city from August 2011 to February 2012. The material of this research is Simmental Cross cattle 22 days after IB and medium body condition. The number of cows studied was 31 cows which were obtained for 7 months. Sampling was done by purposive sampling. This research was conducted experimentally, using cow urine which was estimated to be pregnant to determine pregnancy. The treatment in this research is the ratio of urine and water in a volume of 17 ml, namely: Treatment A is the ratio of urine and water 1:12, treatment B is the ratio of urine and water 1:14, treatment C is the ratio of urine and water 1:16. Then pregnancy test with punyakoti method is done. Then the results of the study were analyzed qualitatively and at 66 days