Buletin Peternakan Vol. 40 (2): 133-137, Juni 2016 ISSN-0126-4400 E-ISSN-2407-876X KAJIAN PRODUKSI AFLATOKSIN B1 KASAR DARI ISOLAT KAPANG Aspergillus flavus LOKAL PADA MEDIA JAGUNG DAN JAGUNG+KACANG TANAH ASSESSMENT OF CRUDE AFLATOKSIN B1 PRODUCTION BASED ON LOCAL Aspergillus flavus MOLD ISOLATE IN CORN AND CORN+GROUND PEANUT MEDIA Listya Purnamasari * , Ali Agus, dan Cuk Tri Noviandi Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 55281 Submitted: 23 February 2016, Accepted: 6 May 2016 INTISARI Aflatoksin merupakan hasil metabolit sekunder kapang Aspergillus flavus dan A. parasiticus yang bersifat toksik. Kapang ini umum mengkontaminasi bahan pangan dan pakan berbasis pertanian, seperti jagung dan kacang tanah. Dalam setiap penelitian mengenai cemaran aflatoksin diperlukan suatu standar aflatoksin. Namun ketersediaan standar aflatoksin sangat terbatas khususnya di Indonesia. Hal ini dikarenakan oleh penyediaan standar aflatoksin harus diimpor sehingga membutuhkan waktu yang lama dan harga relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan mengkaji produksi aflatoksin B1 (AFB1) dari isolat lokal kapang A. flavus pada media jagung dan jagung+kacang tanah. Kapang lokal diperoleh dari Pusat Antar Universitas (PAU), Universitas Gadjah Mada, yaitu: FNCC 6122 dan FNCC 6109. Isolat dibiakkan pada medium Potato Dextrose Agar (PDA) selama 5 hari dan dipindahkan pada medium jagung dan kombinasi jagung dengan kacang tanah selama 10-15 hari pada suhu 25ºC. Variabel yang diamati adalah kadar AFB1 dengan pengujian ELISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat yang menghasilkan AFB1 lebih tinggi adalah FNCC 6122 dan isolat lokal FNCC 6122 pada media jagung+kacang tanah yang menghasilkan kandungan AFB1 lebih tinggi daripada media jagung saja. Kesimpulan penelitian ini aadalah penambahan media kacang tanah akan memicu meningkatnya kadar aflatoksin B1. (Kata kunci: Aflatoksin B1, Jagung, Kacang tanah, Kajian) ABSTRACT Aflatoxin, which known as toxigenic compound, is a secondary metabolite produced by Aspergillus flavus and A. parasiticus. Aflatoxin is found in both food and feed stuffs, such as: corn and peanut. Aflatoxin standard is needed in every research of aflatoxin contamination. But it is rather difficult to get. It is imported, high costs, and take times. The aim of the research is to assess the potential local isolate of A. flavus to producing aflatoxin that can be used to be the alternative aflatoxin standard. Local mold of A. flavus FNCC 6122 and FNCC 6109 are got from PAU University of Gadjah Mada. Isolate was enriched on PDA medium for 5 days and move to corn medium of corn+peanut combine medium for 10-15 day at 25ºC. The variables was the content of AFB1 by ELISA test. The result is shown that isolat FNCC 6122 produced higher AFB1 than isolate FNCC 6109. The combine of corn and peanut medium stimulated FNCC 6122 to produce higher AFB1 and has potency to be the candidate of standard aflatoxin. In conclusion, the peanut addition on the medium would initiate increasing of the aflatoksin B1 level. (Key words: Aflatoksin B1, Assessment, Corn, Peanut) _________________________________ *Korespondensi (corresponding author): Telp. +62 856 4245 4472 E-mail: listyashachan@gmail.com 133