JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research, 2022, 02, 107-121 DOI: 10.20961/jpscr.v7i2.56656 Kajian Literatur: Profil Resistensi Salmonella typhi dan Pemilihan Antibiotik Pada Demam Tifoid Dwi Arymbhi Sanjaya*, Herleeyana Meriyani, RR. Asih Juanita dan Nyoman Budiartha Siada Departemen Farmakologi dan Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Jl. Kamboja Nomor 11A, Denpasar, Bali, Indonesia, 80236. *email korespondensi: arymbhi@unmas.ac.id Received 20 November 2021, Accepted 26 March 2022, Published 15 July 2022 Abstrak: Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Gram- negatif yaitu Salmonella typhi. Munculnya multidrug-resistant Salmonella typhi (MDRST) dan extensively drug-resistant (XDR) Salmonella typhi menjadi ancaman baru dalam keberhasilan terapi demam tifoid. Efektivitas terapi pada demam tifoid memerlukan kajian tentang profil resistensi Salmonella typhi terhadap antibiotik yang diamati dari minimum inhibitory concentration (MIC) dan mutasi genetika, sehingga dapat dilakukan pemilihan antibiotik yang tepat pada demam tifoid dengan MDR dan XDR Salmonella typhi. Kajian literatur ini mengumpulkan dan menelaah informasi yang diperoleh dari hasil-hasil penelitian dari berbagai artikel internasional tentang resistensi Salmonella typhi terhadap antibiotik pada deman tifoid. Pencarian artikel menggunakan database PubMed, PlosOne, dan ScienceDirect sejak tahun 2011 hingga September 2021. Artikel yang diperoleh dari 192 artikel, terdapat delapan (8) artikel yang relevan, yang mana diketahui bahwa isolat Salmonella thypi resisten terhadap Ampisilin, Amoksisilin, kombinasi Amoksisilin-Asam Klavulanat, Kloramfenikol, Siprofloksasin, Ofloksasin, Levofloksasin, Asam Nalidiksat, Trimetoprim, dan kombinasi Trimetoprim-Sulfametoksazol yang diamati pada MIC90. Nilai MIC akan berdampak pada penentuan dosis yang efektif untuk mencapai konsentrasi terapetik sehingga dapat mempengaruhi indeks farmakokinetik dan farmakodinamik. Gen yang bertanggung jawab terhadap MDRST dan XDR Salmonella typhi yaitu: blaTEM-1, catA, dhfr1b, sul1, sul2, class 1 integron, gyrA dan gyrB, serta parC. Azitromisin dan Seftriakson menjadi pilihan terapi utama untuk terapi empiris pada demam tifoid. Adanya nilai MIC dan parameter farmakokinetik/farmakodinamik dapat digunakan untuk menginterpretasikan sensitivitas bakteri terhadap antibiotik, yang dapat digunakan sebagai salah satu rujukan dalam menyusun kebijakan penggunaan antibiotik. Kata kunci: demam tifoid; farmakokinetik; farmakodinamik; gen; MIC; Salmonella typhi Abstract. Salmonella typhi Resistance Pattern and Antibiotic Treatment for Thypoid Fever: A Narrative Review. Typhoid fever is an infectious disease caused by Gram-negative bacteria, Salmonella typhi. The emergence of MDRST and XDR Salmonella typhi have been reported and is a threat to the global control of enteric fever. Knowledge on antibiotic resistance profile of Salmonella typhi based on MIC is important for predicting the best treatment choices for enteric fever. This article was a narrative review of antibiotic resistance profile of Salmonella typhi and the selection of antibiotics that susceptible to treat typhoid fever. Literature searches were done on several databases such as PubMed, PlosOne, and ScienceDirect within a time limit from 2011 to September 2021. Eight journals were relevant for the review from 192 identified in the search, which stated that Salmonella typhi have become resistant to Ampicillin, Amoxicillin, combination of Amoxicillin and Clavulanic Acid,