PENERAPAN METODE DRILL AND PRACTICE DILENGKAPI
MODUL UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI
BELAJAR PADA MATERI POKOK HIDROLISIS GARAM
KELAS XI IPA 5 SMA NEGERI 7 SURAKARTA
TAHUN PELAJARAN 2012/2013
Seno Adhi Nugroho
1*
, Tri Redjeki
2
, dan Sri Mulyani
2
1
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, PMIPA, FKIP, UNS Surakarta, Indonesia
2
Dosen Program Studi Pendidikan Kimia, PMIPA, FKIP, UNS Surakarta, Indonesia
*Keperluan Korespondensi, telp: 085728705985, email: senoadhi75@gmail.com
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa melalui
metode drill and practice dilengkapi dengan modul pada materi pokok hidrolisis garam siswa
kelas XI IPA 5 semester genap SMA N 7 surakarta, tahun pelajaran 2012/2013. Metode
penelitian yang digunakan yaitu analisis deskripstif kualitatif dengan jenis penelitian tindakan
kelas. Subjek penelitian yaitu siswa kelas XI IPA 5 dengan jumlah 25 siswa. Data penelitian
berupa data kualitatif dan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan tes
kognitif (aspek kognitif), observasi (keaktifan dan psikomotorik), dan angket (afektif dan
keaktifan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode d r i l l a n d p r a c t i c e
dilengkapi modul. Hal ini dilihat dari hasil penelitian antara siklus I dengan siklus II. Dari segi
keaktifannya, metode ini mampu meningkatkan keaktifan siswa, pada siklus I 52.80%
meningkat menjadi 64.83% pada siklus II. Prestasi belajar siswa mencakup aspek kognitif naik
dari 40 % saat pra siklus menjadi 54 % saat siklus I dan 80 % siklus II. Untuk aspek afektif juga
mengalami kenaikan yaitu dari 74.65% pada siklus I menjadi 80,3% pada siklus II. Berdasarkan
hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran drill and practice dilengkapi
modul dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa pada materi pokok hidrolisis
garam kelas XI IPA 5 SMA Negeri 7 Surakarta.
Kata Kunci: Metode Drill and Practice, Modul, Prestasi, Keaktifan, Hidrolisis garam
PENDAHULUAN
Dalam era globalisasi ini
pendidikan merupakan aspek penting
dalam menentukan masa depan dan
kelangsungan suatu bangsa. Pendidikan
menjadi salah satu tolak ukur kemajuan
suatu bangsa. Suatu bangsa akan
dianggap maju jika tingkat
pendidikannya tinggi. Di indonesia, yang
merupakan negara berkembang
mempunyai tingkat pendidikan yang
rendah. Menurut data dari Human
Development Indeks, kualitas sumber
daya manusia Indonesia berada pada
peringkat 108 di dunia. Indonesia masih
jauh berada di bawah peringkat negara
tetangga yaitu Malaysia yang berada di
peringkat 57 dan Thailand berada di
peringkat 92 [1]. Banyak terdapat
masalah–masalah dalam dunia
pendidikan tanah air. Masalah di dunia
pendidikan perlu mendapatkan
perhatian yang khusus, tidak bisa
dianggap remeh. Oleh karena itu
pemerintah berupaya melakukan
perbaikan dalam dunia pendidikan, baik
melalui peningkatan kualitas pendidik,
pembaharuan kurikulum, peningkatan
kualitas sarana dan prasarana yang
menunjang kegiatan pendidikan dan
usaha–usaha lainnya .
Guru merupakan salah satu
unsur penting dalam dunia pendidikan
yang harus bisa menempatkan
kedudukannya sebagai seorang
pendidik yang profesional. Guru tidak
93 Copyright © 2014
Jurnal Pendidikan Kimia (JPK), Vol. 3 No. 4 Tahun 2014
Program Studi Pendidikan Kimia
Universitas Sebelas Maret
ISSN 2337-9995
jpk.pkimiauns@ymail.com