CURRICULA: JOURNAL OF TEACHING AND LEARNING http://publikasi.lldikti10.id/index.php/curricula 102 CLASSROOM TURN-TAKING PROCESS: A STUDY OF IRF (INITIATION-REPLY-FEEDBACK) Hermi Zaswita Pendidikan Bahasa Inggris, STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh email: zaswitahermi@gmail.com Submitted: 2022-01-07, Reviewed: 2022-03-20, Accepted: 2022-04-04 DOI: 10.22216/jcc.2022.v7i2.796 URL: http://dx.doi.org/10.22216/jcc.2022.v7i2.796 Abstract The research studied the process of turn-taking especially IRF in class. In the context of a class, the holder of turn-taking is the teacher who teaches. How good turn-taking, especially IRF, is determined by how the teacher develops class interactions and invites all students to be active in class. For that, this study aimed to find out how the IRF between students and teachers in the classroom and what factors cause the changes in the turn-taking IRF process. The subjects of this research were a class of students in grade XI of SMA in Sungai Penuh. It consists of 35 students, 25 females and 10 males. The data was gained from a video recorder which was recorded during English class. Then, the data was transcribed by using Sinclair & Coulthard’s (1975) model of discourse. The finding indicated that IRF has occurred in the classroom with a percentage of 36.69%. However, this is not effective enough to create a good IRF for turn-taking and some factors cause the changes in classroom turn-taking IRF: (1) Most Students lack English comprehension. (2) Not all students are involved in classroom interaction, and (3) Teacher domination talk is still high. This study was expected to contribute an overviewing for teachers to enhance the process of turn-taking in class and to run IRF in a good way. Students need to be stimulated in their minds and require feedback and appreciation from their teacher. Keywords: Classroom Turn-Taking, IRF, Students Grade XI, English Class Abstrak Penelitian ini mempelajari tentang proses turn-taking khususnya IRF di kelas. Dalam konteks kelas, pemegang turn-taking adalah guru yang mengajar. Seberapa baik turn-taking, khususnya IRF, ditentukan oleh bagaimana guru mengembangkan interaksi kelas dan mengajak semua siswa untuk aktif di kelas. Untuk itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana IRF antara siswa dan guru di kelas dan faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya perubahan proses turn-taking IRF. Subjek penelitian ini adalah siswa satu kelas XI pada salah satu SMA di Sungai Penuh. Terdiri dari 35 siswa, 25 perempuan dan 10 laki-laki. Data diperoleh dari rekaman video yang direkam selama pelajaran bahasa Inggris. Kemudian data tersebut ditranskripsikan dengan menggunakan model wacana Sinclair & Coulthard (1975). Dari hasil penelitian diperoleh IRF yang terjadi di dalam kelas dengan persentase 36,69%. Sayangnya, ini tidak cukup efektif untuk menciptakan IRF yang baik untuk turn-taking dan ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan turn-taking classroom IRF: (1) Kebanyakan siswa kurang menguasai bahasa Inggris. (2) Tidak semua siswa terlibat dalam interaksi di kelas, dan (3) Guru masih mendominasi pembicaraan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dan gambaran bagi para guru untuk meningkatkan proses turn-taking di kelas dan menjalankan IRF dengan baik. Siswa tidak hanya memerlukan stimulasi pikiran tetapi mereka juga membutuhkan penilaian dan penghargaan dari gurunya. Key words: Turn-taking di kelas, IRF, Siswa Kelas XI, Kelas Bahasa Inggris INTRODUCTION The way that teaching and learning have been done in the classroom up until now has frequently been one-sided, with students listening primarily to what the teacher says. As a result, if they only listen