Jurnal Teknik Kimia DOI: https://doi.org/10.36706/jtk.v28i1.1066 Online at http://ejournal.ft.unsri.ac.id/index.php/jtk Received October 2021, Revised December 2021, Accepted for publication March 2022 Optimasi volume katalis H2SO4 dan waktu esterifikasi pada tahapan proses biodisel Optimization of catalyst’s volume H2SO4 and esterification time at the biodiesel process stage Eka Megawati 1,* , Andra Hendrawan Pratama 1 , I Ketut Warsa 1 , Adittya Octavian Perdana Putra 1 , Norhan Effendi 1 , Yuniarti 1 1 Program Studi Pengolahan Minyak dan Gas, Sekolah Tinggi Teknologi Migas Transad KM.08 Kelurahan Karang Joang, Balikpapan, 76125, Indonesia *E-mail: ekamegawati89@gmail.com Abstrak Minyak jelantah merupakan minyak hasil penggorengan yang merupakan bahan tidak terpakai lagi. Minyak jelantah merupakan salah satu limbah rumah tangga. Adanya pengolahan terhadap minyak jelantah menjadi biodisel diharapkan dapat mengurangi limbah rumah tangga dan menjadi salah satu sumber energi baru terbarukan. Langkah awal untuk mengolah minyak jelantah menjadi biodiesel adalah dengan proses esterifikasi dengan mengukur nilai asam lemak bebas atau Free Fatty Acid (FFA). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu optimum yang digunakan saat proses esterifikasi dan membandingkan volume penggunaan katalis Asam Sulfat (H2SO4) menggunakan metode Anova. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah waktu pengendapan yaitu 12 jam sampai dengan 25 jam dan volume katalis yang dibandingkan adalah 6 ml dan 8 ml untuk setiap 200 ml minyak jelantah. Berdasarkan hasil Analisa diperoleh bahwa kondisi optimum yang dapat digunakan pada proses pengendapan yaitu pada waktu 25 jam dengan pemakaian katalis sebanyak 8 ml. Kesimpulan dari Analisa anova adalah nilai F hitung (4,800) > F tabel (2,424), maka dapat diartikan bahwa nilai FFA dari variasi katalis 6 ml dan 8 ml memiliki perbedaan yang signifikan dengan taraf signifikansi 5%. Kata kunci : Esterifikasi, Anova, Asam lemak bebas. Abstract Jelantah oil is a frying oil that is an unused ingredient. Jelantah oil is one of the household wastes. The processing of jelantah oil into biodiesel is expected to reduce household waste and become one of the new renewable energy sources. The first step to processing jelantah oil into biodiesel is by esterification process by measuring the value of free fatty acids (FFA). The purpose of this study was to find out the optimum time used during the esterification process and compare the volume of use of Sulfuric Acid (H2SO4) catalysts using the Anova method. The research was conducted using experimental methods. The variables used in this study were deposition time of 12 hours to 25 hours and the volume of catalysts compared was 6 ml and 8 ml for every 200 ml of jelantah oil. Based on the results of the analysis obtained that the optimum conditions that can be used in the deposition process is within 25 hours with the use of a catalyst as much as 8 ml. The conclusion of anova analysis is that the value of F calculated (4,800) > F table (2,424), it can be interpreted that the FFA value of the catalyst variation of 6 ml and 8 ml has a significant difference with a significance level of 5%. Keywords: Esterification, Anova, Free Fatty Acid. Vol. 28, No. 1, 2022, 37-43 e-ISSN: 2721-4885