Jurnal Spektran Vol. 10, No. 1, Januari 2022, Hal. 1 - 10 e-ISSN: 2302-2590 doi: https://doi.org/10.24843/SPEKTRAN.2022.v10.i01.p01 http://ojs.unud.ac.id/index.php/jsn/index Jurnal Spektran, Vol. 10, No. 1, Januari 2022 1 PERANAN KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA, INFRASTRUKTUR DAN PENGAWASAN DALAM IMPLEMENTASI SISTEM e-PROCUREMENT DI KOTA KUPANG Anak Agung Gde Agung Yana 1 , I Nyoman Yudha Astana 2 , Margaretha Yuneta 3 1 Program Studi Teknik Sipil Universitas Udayana, Email: agungyana@unud.ac.id 2 Program Studi Teknik Sipil Universitas Udayana, Email: astana_yudha@yahoo.com 3 Program Studi Magister Teknik Sipil Universitas Udayana Email: margarethayuneta22@gmail.com ABSTRAK E-Procurement merupakan proses pelaksanaan pengadaan barang atau jasa yang pemanfaatannya menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Implementasi berawal dengan Perpres Nomor 54 Tahun 2010. 80 persen tingkat kasus korupsi kolusi dan nepotisme berasal pengadaan barang dan jasa sehingga implementasi atau pengaplikasian e-Procurement di Kota Kupang digambarkan dengan tidak efisien dan transparan. Pola pikir, etika pegawai dan aktivitas pegawai untuk melakukan kejahatan yang tidak terdeteksi oleh sistem, adanya beberapa pihak yang mampu membobol sistem dan beberapa kasus pengawasan yang hanya dilakukan secara internal. Kasus -kasus ini yang menjadikan faktor kompetensi sumber daya manusia, infrastruktur dan pengawasan resisten dalam implementasi e-Procurement di Kota Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris pengaruh faktor kompetensi sumber daya manusia, infrastruktur dan pengawasan dalam implementasi sistem e-Procurement dan memberikan rekomendasi strategi dalam meningkatkan implementasi sistem e-Procurement di Kota Kupang. Jenis penelitian adalah penelitian mix methods. Penentuan sampel yaitu metode nonprobability sampling , dengan cara pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh. Sampel penelitian adalah pegawai Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Kupang dengan jumlah 33 responden. Metode survei melalui pengisian kuesioner dan wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan. Alat analisis yang digunakan adalah Smart Partial Least Square 3.2. Hasil dalam penelitian menunjukkan bahwa faktor kompetensi sumber daya manusia, infrastruktur dan pengawasan berpengaruh terhadap implementasi sistem e-Procurement Kota Kupang. Dengan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, infrastruktur dan pengawasan akan meningkatkan kesuksesan implementasi sistem e-Procurement. Setelah membuktikan pengaruh secara empiris maka diberikan rekomendasi strategi dengan merangkum dari hasil wawancara dan brainstorming. Beberapa rekomendasi strategi dalam meningkatkan implementasi sistem e-Procurement yakni penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, server bantuan melalui Dinas Kominfo, memperbaiki jaringan data atau internet dan sosialisasi untuk mengajak masyarakat memonitoring, meningkatkan transparansi dalam evaluasi dengan memberi saran untuk menambah menu evaluasi pada website Lembaga Pengadaan Secara Elektronik, melaksanakan e-audit dan juga membuat regulasi atau peraturan tentang pelaksanaan e-audit untuk proses pengadaan barang/jasa. Kata Kunci : Kompetensi sumber daya manusia, infrastruktur, pengawasan, implementasi sistem e- Procurement. THE ROLE OF HUMAN RESOURCES COMPETENCY, INFRASTRUCTURE AND SUPERVISION IN SYSTEM IMPLEMENTATION e-PROCUREMENT IN KUPANG CITY ABSTRACT Utilization of information and communication technology to carry out the procurement of goods/services is called e-Procurement. Implementation began with the Presidential Regulation Number 54 of 2010. 80 percent of the level of corruption, collusion and nepotism stemming from the procurement of goods and services, so that the implementation of e-Procurement in Kupang City is categorized as inefficient and transparent. The mindset, employees and activities of employees to commit crimes that are not detected by the system, there are several parties who are able to break into the system and there are several cases of supervision that are only carried out internally. These cases are the factors of human resource competence, infrastructure and resistance monitoring in the implementation of e-Procurement in Kupang City. This study aims to obtain