1 IDENTIFIKASI DAN PENGUKURAN POTENSI EROSI ALUR SERTA DAMPAKNYA DI AREAL PERKEBUNAN KELAPA SAWIT Aang Kuvaini Abstrak Penelitian tentang identifikasi potensi erosi alur dan dampaknya pada areal perkebunan kelapa sawit dilakukan di PT Gemareksa Mekarsari, Nanga Mentajai, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Propinsi Kalimantan Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi erosi alur dan dampak yang ditimbulkan akibat terjadinya erosi alur pada areal perkebunan kelapa sawit. Metode kajian yang digunakan meliputi observasi lahan yang terkena erosi alur selama tiga minggu, mengukur titik yang terkena erosi alur, identifikasi pencemaran dan kerusakan lingkungan yang disebabkan erosi alur. Parameter yang diamati adalah jalan dan saluran air. Berdasarkan hasil pengamatan, terlihat bahwa tanah yang hilang akibat terjadinya ersi alur pada jalan dengan luas 2,1 ha adalah 1.161.424,64 cm 3 (1,162 m 3 ). Erosi alur yang terjadi menimbulkan kerusakan pada jalan dan pendangkalan serta pencemaran saluran air/sungai. Kata kunci: Erosi Alur, Kerusakan tanah, Pencemaran air PENDAHULUAN Perkebunan kelapa sawit adalah salah satu perkebunan terbesar di Indonesia. Perkebunan kelapa sawit memberikan keuntungan yang besar bagi negara, serta memberikan peluang kerja kepada masyarakat. Pelaku usaha perkebunan kelapa sawit di Indonesia semakin meningkat tiap tahunnya. Peningakatan ini terjadi karena adanya tuntutan dan permintaan minyak kelapa sawit secara global. Pengembangan perkebunan kelapa sawit dilakukan harus secara berkelanjutan agar produksi minyak kelapa sawit dapat memenuhi permintaan, baik dari pasar lokal maupun secara global. Untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit banyak hal yang perlu diperhatikan, seperti tanah. Tanah di perkebunan kelapa sawit adalah hal utama yang berperan penting dalam keberhasilan produktivitas buah kelapa sawit. Tanah yang ada di perkebunan kelapa sawit pada musim hujan biasanya sering terjadi erosi, terutama pada daerah yang berbukit maupun daerah yang jumlah vegetasinya sedikit. Istilah erosi dalam bidang geologi untuk menggambarkan proses pembentukan alur-alur atau parit dan penghanyutan bahan-bahan padat oleh aliran air. Proses erosi lereng dimulai dari pencucian (slopewash).