Teguh Pradana Pengembangan Sistem Pakar Pemilihan Pengembangan Sistem Pakar Pemilihan Jamu dengan Diagnosa Penyakit pada Manusia dengan Metode Forward Chaining Teguh Pradana a , Moch. Zul Ilmi b , Teguh Arifianto c a Manajemen Informatika, STMIK Yadika Bangil, Jl. Bader No. 9 Kwangsan Kalirejo Bangil, Pasuruan 67153, Indonesia b Teknik Informatika, STMIK Yadika Bangil, Jl. Bader No. 9 Kwangsan Kalirejo Bangil, Pasuruan 67153, Indonesia c Teknologi Elektro Perkeretaapian, Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun, Jl. Tirta Raya Pojok Nambangan Lor Manguharjo, Madiun 63161, Indonesia INFORMASI ARTIKEL ABSTRACT Sejarah Artikel: Diterima Redaksi: 18 Feb 2021 Revisi Akhir: 19 April 2021 Diterbitkan Online: 30 April 2021 Herbal medicine is a medicine from natural ingredients whose properties have not been scientifically proven, in other words, it has not been subjected to clinical or clinical trials, but its properties are trusted by people based on experience. And at this time many herbal products are marketed in general, and not a few people are confused to choose the right herbal medicine according to their circumstances, so people have to consult or ask before choosing, and make the store experience a long queue on customers. Therefore an expert system is needed for herbal medicine so that people can choose the right herbal medicine according to their circumstances or conditions, and this system can reduce the queue at the herbal medicine shop customers. Expert system built in this study uses the forward chaining method. Case study for the system that is "Pasuruan herbal shop fan" which contained 70 types of herbal medicine, the results of tests conducted by this system are in accordance with the diagnosis. KATA KUNCI Herbal Medicine; Expert System; Forward Chaining; KORESPONDENSI E-mail: teguh_p@stmik-yadika.ac.id 1. PENDAHULUAN Pada era modern ini, jamu menjadi bagian budaya dan kekayaan alam yang ada di Indonesia. Hasil Riset Kesehatan Dasar menunjukkan bahwa lebih dari 50% masyarakat di Indonesia menggunakan jamu. Sebanyak 95,6% penduduk yang menkonsumsi jamu menyatakan bahwa sangat merasakan manfaat minum jamu. Hasil Riset Kesehatan Dasar menunjukkan bahwa 55,3% masyarakat mengkonsumsi jamu dalam bentuk cairan dan 44,7% mengkonsumsi jamu dalam bentuk rajangan, serbuk, pil, tablet, atau kapsul [1]. Jamu adalah obat dari bahan alam yang belum dapat dibuktikan secara ilmiah dan belum mengalami uji praklinik maupun uji klinik. Namun khasiat dari meminum jamu dipercaya oleh beberapa orang berdasarkan pengalaman orang tersebut. Sampai saat ini jamu tidak hanya dibuat oleh beberapa orang, namun banyak perusahaan di bidang kesehatan dan farmasi memproduksi secara masal jamu-jamu tersebut. Dengan banyaknya produksi jamu yang beredar, masyarakat merasa bingung untuk memilih jamu yang sesuai dengan penyakit yang diderita. Sistem pakar (expert system) merupakan paket software atau program komputer yang ditunjukan sebagai penyedia nasihat dan saran bantu dalam memecahkan masalah di bidang tertentu seperti pendidikan, matematika, kedokteran, sains, perekayasaan, dan sebagainya. Selain itu, sistem pakar juga merupakan subset dari artificial intelegence [2]. Sedangkan metode forward chaining merupakan penalaran yang dimulai dari fakta untuk mendapatkan kesimpulan dari fakta tersebut [3]. Metode forward chaining juga dapat dikatakan sebagai pencocokan fakta yang dimulai dari fakta terlebih dahulu untuk menguji kebenaran hipotesis [4]. Pencarian dilakukan dengan menggunakan rules yang premisnya sesuai dengan fakta yang diketahui untuk memperoleh fakta baru dan melanjutkan proses hingga tidak ada rules lagi yang premisnya cocok dengan fakta yang diketahui maupun fakta yang diperoleh. Penelitian sebelumnya, metode forward chaining digunakan dengan topik obat yaitu untuk obat herbal konsultasi penyakit lambung berbasis web [5], penentuan tanaman obat herbal untuk penyakit degeneratif [6], dan menentukan dosis obat pada anak [7]. Selain topik obat, metode forward chaining dapat juga digunakan untuk mendiagnosa penyakit seperti diagnosa