P-ISSN : 2579-969X ; E-ISSN : 2622-7940 145 FAKTOR-FAKTOR MAKROEKONOMI YANG MEMENGARUHI NET ASSET VALUE REKSA DANA SAHAM SYARIAH DI INDONESIA Ivana Pratiwi 1) , Mochammad Arif Budiman 2) 12 Prodi Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah, Politeknik Negeri Banjarmasin Email: m.arif.budiman@poliban.ac.id Abstrak Penelitian ini bertujuan menguji faktor-faktor makroekonomi yang memengaruhi nilai aktiva bersih (net asset value) reksa dana saham syariah di Indonesia yang meliputi Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS), inflasi, kurs, BI 7 Days repo rate, dan Jakarta Islamic Index (JII). Data yang digunakan adalah data sekunder periode tahun 2015 hingga 2019 yang dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SBIS, inflasi, kurs, BI 7 Days repo rate, dan JII secara simultan berpengaruh terhadap nilai aktiva bersih reksa dana saham syariah di Indonesia. Sementara itu, secara parsial masing-masing variabel berpengaruh positif terhadap nilai aktiva bersih reksa dana saham syariah di Indonesia, kecuali untuk variabel SBIS dan inflasi. Hasil penelitian ini memberikan dasar bagi para manajer investasi dalam menentukan kebijakan investasi pada reksa dana saham syariah sehingga dapat memaksimalkan imbal hasil dan mencegah potensi kerugian atas dana kelolaannya. Kata Kunci: SBIS, Kurs, BI 7 Days Repo Rate, JII, Reksa Dana Saham Syariah Abstract This study aims to examine macroeconomic factors that influence the net asset value of Islamic equity funds in Indonesia, which include Bank Indonesia Syariah Certificates (SBIS), inflation, exchange rates, BI 7 Days repo rate, and the Jakarta Islamic Index (JII). The data used in this study are secondary data for the period 2015 to 2019, which were analyzed using the multiple linear regression. The results showed that simultaneously SBIS, inflation, exchange rates, BI 7 Days repo rate, and JII had a positive effect on the net asset value of Islamic equity funds in Indonesia. Meanwhile, partially each variable has a positive impact on the net asset value of Islamic equity funds in Indonesia, except for the SBIS and inflation variables. The results of this study provide a basis for investment managers in determining investment policies in Islamic equity funds so that they can maximize returns and prevent potential losses on their managed funds. Keywords: SBIS, Exchange Rate, BI 7 Days Repo Rate, JII, Sharia Stock Mutual Fund 1. PENDAHULUAN Pasar modal (capital market) sebagai instrumen keuangan memiliki peran penting sebagai sarana investasi yang berguna bagi pembangunan ekonomi sebuah negara. Pasar modal yang tumbuh dan berkembang dengan baik dapat dijadikan sebagai tolok ukur kemajuan dari suatu negara (Purnomo, 2013: 16). Pasar modal syariah hadir di tengah masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim sebagai sarana investasi yang sesuai dengan syariah dan terbebas dari unsur-unsur yang diharamkan pada pasar modal konvensional, seperti riba, maisir, gharar, dan lain-lain. Salah satu produk instrumen keuangan syariah yang berkembang di pasar modal syariah adalah reksa dana syariah atau Islamic Mutual Fund. Reksa dana syariah merupakan alternatif investasi syariah bagi masyarakat yang memiliki dana terbatas (investor kecil) dan tidak memiliki keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka. Hal ini karena sistem yang diterapkan reksa dana syariah bersifat dana kolektif yang dikelola oleh manajer investasi yang profesional.