Volume VII Nomor 3, Juli 2016 ISSN 2086-3098 (cetak) ISSN 2502-7778 (elektronik) 166 Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes KETERKAITAN ANTARA KEBUTUHAN (NEED) PELAYANAN KESEHATAN DAN KEPEMILIKAN JAMINAN KESEHATAN DALAM ERA JKN Fitriyah Kusumawati (Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga) Azizatul Hamidiyah (Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga) ABSTRAK Jumlah penduduk Sidoarjo per Desember 2015 yang belum menjadi peserta BPJS Kesehatan sebesar 41% dari total penduduk. Ini menjadi potensi pasar bagi kepesertaan JKN. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi kebutuhan (need) pelayanan kesehatan dan keterkaitannya dengan kepemilikan jaminan kesehatan di Era JKN ini. Populasi penelitian ini adalah Masyarakat di Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo. Sampel pada penelitian ini adalah masyarakat yang tinggal di wilayah kecamatan Krian Sidoarjo sebanyak 200 respoden. Penelitian ini menggunakan insidental sampling, yakni penduduk yang ditemui saat penelitian dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis dengan uji statistik deskriptif dengan metode distribusi frekuensi dan crosstab tabel kepemilikan jaminan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan saat merasa sakit ringan (56%). Pelayanan kesehatan yang dibutuhkan ketika sakit adalah dengan diobati sendiri (32%). Tempat pelayanan kesehatan yang menjadi tujuan responden jika membutuhkan pelayanan kesehatan gawat darurat adalah Puskesmas (56%). Pertimbangan dalam menentukan fasilitas pelayanan kesehatan yang dituju adalah kelengkapan sarana (44%). Kebutuhan utama dalam pelayanan medis di rumah sakit adalah adanya dokter umum (62%). Kebutuhan utama dalam pelayanan non medis di rumah sakit adalah keramahan petugas (52%). Keunggulan utama dalam pelayanan gawat darurat adalah penanganan yang cepat (40%). Hasil crosstab tabel antara kebutuhan pelayanan kesehatan dengan kepemilikan jaminan kesehatan menunjukkan hasil yang seiring dengan hasil perhitungan distribusi frekuensi. Kata kunci: Need, Pelayanan Kesehatan, Jaminan Kesehatan PENDAHULUAN Latar Belakang Dalam konteks kebutuhan Maslow, kesehatan merupakan bagian dari kebutuhan fisiologis yang paling mendasar di samping kebutuhan fisiologis lainnya seperti makan, minum dan perumahan. Menurut Mills dan Gilson (1990) kesehatan merupakan suatu kebutuhan (need) yang diartikan secara umum yang merupakan perbandingan antara situasi nyata dan standar teknis tertentu yang telah disepakati. Selain itu juga kesehatan merupakan kebutuhan yang dirasakan (felt need) yaitu kebutuhan yang dirasakan sendiri oleh individu. Sehingga keputusan untuk memanfaatkan suatu pelayanan kesehatan merupakan pencerminan kombinasi normatif dan kebutuhan yang dirasakan Pelayanan kesehatan merupakan setiap upaya yang diselenggarakan sendiri atau secara bersamaan dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah, dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok, dan ataupun masyarakat (Levey dan Lomba dalam Praptiwi 2009). Pelayanan kesehatan yang bermutu adalah pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap pemakai jasa pelayanan kesehatan sesuai dengan tingkat kepuasan ratarata penduduk serta yang penyelenggaraannya sesuai dengan standar dan kode etik profesi yang telah ditetapkan (Praptiwi, 2009). Faktor jaminan kesehatan atau jaminan kesehatan menjadi penting dalam hal pelayanan kesehatan. Mulai tahun 2014, Indonesia sudah menerapkan Sistem Jaminan Kesehatan Nasional dengan prinsip jaminan kesehatan sosial. Masyarakat umum dapat mendaftar sebagai peserta JKN. Dengan membayar premi yang teratur setiap bulannya, maka pelayanana kesehatan dapat diakses dengan tidak membayar langsung ke pelayanan kesehatan. Perlu dilakukan penelitian kebutuhan (need) pelayanan kesehatan, sehingga penelitian ini dapat dijadikan gambaran tentang kebutuhan (need) pelayanan kesehatan di masyarakat, dan juga perlu dilakukan analisis hubungan antara karakteristik responden dalam hal ini adalah kepemilikan jaminan kesehatan dengan kebutuhan (need) terhadap pelayanan kesehatan sehingga penyedia layanan kesehatan dan penyelenggara jaminan kesehatan akan mengetahui kebutuhan masyarakat untuk membuat strategi dalam pelayanan kesehatan.