174 JF FIK UINAM Vol.5 No.3 2017 PENAPISAN FITOKIMIA DAN KARAKTERISASI SIMPLISIA DAUN JAMBU MAWAR (Syzygium jambos Alston) Selpida Handayani 1 , Komar Ruslan Wirasutisna 2 , Muhamad Insanu 2 1 Fakultas Farmasi, Universitas Muslim Indonesia 2 Sekolah Farmasi, Institut Teknologi Bandung Email : Selpida.handayani@umi.ac.id ABSTRAK Syzygium jambos Alston adalah tumbuhan dari suku Myrtaceae. Secara tradisional daun dan awetan bunga biasanya digunakan sebagai obat penenang, kulit kayu dan bijinya dapat mengobati demam, diare dan disentri. Buah dan kulit batang mengandung saponin, flavonoid dan tannin, di samping itu daun dan buahnya mengandung polifenol. Namun penelitian kandungan kimia tumbuhan yang bermanfaat tersebut di Indonesia masih sedikit dilaporkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menetapkan senyawa fitokimia dan mengkarakterisasi simplisia daun S. jambos. Dilakukan pengambilan sampel dan pengolahan simplisia daun jambu mawar kemudian dilakukan ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut dengan kepolaran bertingkat (n-heksana, etil asetat, dan metanol). Dilakukan karakterisasi serbuk simplisia meliputi penetapan kadar air, penetapan kadar abu total dan kadar abu tidak larut asam, penetapan susut pengeringan serta penetapan kadar sari larut air dan etanol. Pemeriksaan kandungan kimia alkaloid: menggunakan pereaksi Dragendroff dan Mayer; flavonoid: menggunakan pereaksi serbuk magnesium, HCl 2 N serta amil alcohol; tannin : diberikan pereaksi FeCl 3 , larutan gelatin 1% dan Steasny; fenol : ditetesi larutan FeCl3 10%; saponin: ditambahkan beberapa tetes asam klorida 2 N; steroid/triterpenoid: diteteskan pereaksi Liebermann-Burchard. Diperoleh nilai kadar air 8,33 ±1,52, kadar abu total 7,64 ±0,08 dan kadar abu tidak larut asam 5,41 ±0,15, susut pengeringan 15,33 ±4,04, kadar sari larut air 20,90 ±0,56 serta kadar sari larut etanol 22,43 ±1,35. Penapisan fitokimia ekstrak daun S. jambos mengandung fenol, flavonoid, dan steroid/triterpenoid. Kata Kunci : Syzygium jambos, penapisan fitokimia, karakteristik simplisia PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan hayati terbesar di dunia yang memiliki lebih dari 30.000 spesies tanaman tingkat tinggi. Hingga saat ini, tercatat 7000 spesies tanaman telah diketahui khasiatnya namun kurang dari 300 tanaman yang yang sebagai bahan baku industri farmasi secara regular. Sekitar 1000 jenis tanaman telah diidentifikasi dari aspek botani sintematik tumbuhan yang baik. WHO pada tahun 2008 mencatat bahwa 68% penduduk dunia masih menggantungkan sistem pengobatan tradisional yang mayoritas melibatkan tumbuhan untuk menyembuhkan penyakit dan lebih dari 80% penduduk dunia menggunakan obat herbal untuk mendukung kesehatan mereka. Fakta fakta tersebut menunjukkan bahwa tumbuhan obat memiliki arti penting yakni secara mendasar mendukung kehidupan maupun potensi perdagangan. Fakta bahwa obat berbasis tumbuhan telah melekat dalam di dalam kehidupan masyarakat, indonesia negara terkaya biodiversitasnya, kecendrungan orang kembali ke alam meneguhkan peran penting tumbuhan sebagai sumber obat bahakan berpotensi nilai ekonomi tinggi.