11 Pusat Pengkajian dan Penelitian Kepegawaian BKN Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS MENAKAR PERILAKU PROFESIONAL DALAM RANGKA MENINGKATKAN KINERJA APARATUR BIROKRASi Oleh: Derajad S. Widhyharto Abstract Having word about civil servants professional behavior, we are leaded to imagine good dedication, commitment to serve, fulfilling need of safety, and also protecting civil society. Actually, it is quite difficult to have civil servants professional behavior in daily life. We can also find a big hole between wishes and hope toward civil servants professional behavior. Perceiving civil servants professional behavior as a profession commitment is one effort to make the hole closer. It means that choosing civil servants as a profession need no reward punishment system. Civil servants will do their profession rationally with good dedication, and also manage their work according to the rule. These we identified as commitment. When we use that definition, we have to prepare many things as the consequences. Appropriate payment and social welfare will be among of those. Keywords: civil servants, Foucault, Authority, Professional Behavior A. PENDAHULUAN Membahas persoalan perilaku PNS bukanlah sesuatu yang baru, sejak awal masa orde baru sampai sekarang (masa reformasi) masih menjadi bahan diskusi yang menarik dibicarakan oleh berbagai kalangan. Muncul pertanyaan apakah persoalan perilaku yang dibicarakan sejak dulu sampai sekarang ada perbedaan atau perubahannya? Jawabnya adalah belum ada perbedaan apalagi perubahan, artinya persoalan perilaku PNS masih terkait dengan isu-isu lama yakni seputar penyelewengan kewenangan, gaji kecil, proses rekrutmen yang bermasalah dan sebagainya. Alhasil perilaku yang muncul masih seputar korupsi, mencari tambahan gaji, merajalelanya pungutan liar (pungli) dan sebagainya. Mencari solusi permasalahan PNS di negeri ini memang tidak mudah, sebab sudah terlanjur menjadi kompleks, dan untuk mengurai benang kusut persoalan PNS tidak semudah membalikkan tangan. Fenomena profesi PNS adalah sebuah ironi yakni PNS yang didamba tapi juga di cemooh, mengapa demikian, didambakan karena masih banyak orang tua di negeri ini yang ingin anaknya menjadi abdi Negara yang bernama PNS ini, hal ini terbukti dalam setiap penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) peminatnya selalu membludag. Banyak anak bangsa yang ingin meng- gantungkan nasibnya sebagai pelayanan masyarakat. Namun, untuk menjadi PNS bukanlah hal mudah, selalu ada kejadian kontradiktif dibalik profesi ini. Sebaliknya, sebagai pegawai negeri sipil selalu mendapat