12 Volume 11, Nomor 01, April 2022 http://doi.org/10.21009/JPPP.111.03 EFEK HIPNOTERAPI MENGATASI AILUROFOBIA Dea Hidayat 1 , Nelyahardi Gutji 1 , Hera Wahyuni 1 , Affan Yusra 1 Universitas Jambi, Jambi, Indonesia 1 Email: deauliah@gmail.com Abstract The study is based on the findings of a survey in the environment of researchers who found the presence of phobias or excessive fear in cats (ailurophobia). Research applying hypnotherapy to overcome ailurophobia, use action research design, within 1 week 1 time the frequency of hypnotherapy is given, in week 2 is done reflection treatment at week 1, in week 3 is done reflection treatment in week 2. This research aims to analyze the application of hypnotherapy techniques to overcome ailurophobia. The study was conducted on (3) three actions, the first action was carried out in 1 (one) week with a frequency of 1 (one) meeting each week and reflected on the following week's action. Subsequently, the results of the study were reported. Keywords: Hypnotherapy, Ailurophobia Abstrak Penelitian ini didasarkan pada temuan hasil survei di lingkungan peneliti yang menemukan adanya fobia atau ketakutan berlebih pada kucing (ailurofobia). Penelitian menerapkan hipnoterapi dengan tujuan untuk mengatasi ailurofobia, menggunakan desain action research, dalam waktu 1 minggu 1 kali frekuensi hipnoterapi diberikan, pada minggu ke 2 dilakukan refleksi perlakuan pada minggu 1, pada minggu ke 3 dilakukan refleksi perlakuan pada minggu 2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teknik hipnoterapi untuk mengatasi ailurofobia. Penelitian dilakukan pada (3) tiga tindakan, tindakan pertama dilakukan dalam 1 (satu) minggu dengan frekuensi 1 (satu) pertemuan setiap minggunya dan dilakukan refleksi untuk tindakan minggu berikutnya. Selanjutnya, hasil penelitian dilaporkan. Kata Kunci: Hipnoterapi; Ailurofobia 1. Pendahuluan Fobia adalah rasa takut yang berlebih terhadap suatu objek yang bisa disebabkan oleh banyak faktor. Kecemasan yang tidak rasional, berlebihan dan intens yang membuat seseorang menjadi tidak mampu melakukan berbagai aktifitas. Martin & Pear (2017) berpendapat bahwa kecemasan yang tidak rasional, berlebihan dan intens yang membuat seseorang menjadi tidak mampu melakukan berbagai aktifitas disebut dengan fobia. Smith (2011) juga memandang fobia sebagai perasaan cemas yang intens yang menyebabkan bahaya aktual. Rachmaniar (2010) mengemukakan bahwa fobia kebanyakan terjadi pada masa kanak kanak walaupun dapat juga terjadi pada saat dewasa. Hal ini disebabkan masa kanak-kanak yang merupakan masa dimana anak belajar dari lingkungannya. Seara umum, fobia dapat diartikan sebagai rasa takut yang berlebihan dan sulit dimengerti terhadap sesuatu yang berakibat timbulnya perilaku irasional oleh penderita dengan banyak kemungkinan penyebab yang salah satunya adalah trauma di masa anak-anak.