Simposium Nasional RAPI XII - 2014 FT UMS ISSN 1412-9612 E-145 MANIPULASIGAMBARUNTUK GAMBAR SEMUA ARAH (OMNIDIRECTIONAL IMAGE) Sukma Meganova Effendi 1 , Dadet Pramadihanto 2 , Imam Dui Agusalim 3 1 Program Studi Mekatronika, Politeknik Mekatronika Sanata Dharma Kampus Paingan Maguwoharjo Sleman – Yogyakarta 55282 Telp.0274-886530 ext.2260/2263 2 Program Studi Teknik Komputer, Departemen Teknik Informatika dan Komputer, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Jl.Raya ITS Sukolilo Surabaya 60111 Telp.031-5947280 3 Program Studi Teknik Elektro Industri, Departemen Teknik Elektro, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Jl.Raya ITS Sukolilo Surabaya 60111 Telp.031-5947280 E-mail: sukma.meganova@gmail.com Abstrak Kamera menghasilkan gambar semua arah dengan sudut pandang 360 o yang secara visual berbentuk lingkaran dan berukuran besar. Penampakannya seolah-olah tidak seperti pada keadaan sebenarnya sehingga informasinya tidak terlalu mudah untuk dibaca. Oleh sebab itu, proses manipulasi terhadap gambar semua arah perlu dilakukan.Pertama adalah pengubahan ukuran gambar semua arah karena ukurannya yang besar yaitu menggunakan metode nearest neighbor untuk memperkecil gambar semua arah. Kedua adalah pengubahan gambar semua arah menjadi gambar panorama agar informasi gambar semua arah dapat dibaca dengan mudah. Gambar panorama didapatkan dari penggunaan metode pemetaan log polar pada gambar semua arah, yaitu dengan memetakan piksel pada gambar semua arah ke dalam setiap piksel gambar panorama. Dalam prosesnya, pengguna dimudahkan karena pengguna tidak perlu mengatur apapun terhadap gambar semua arah agar menjadi gambar panorama. Gambar yang dibutuhkan juga hanya satu karena dari gambar semua arah yang dihasilkan sudah memuat informasi dari semua arah sebesar 360 o sehingga tidak perlu menggabunngkan banyak gambar untuk mendapatkan gambar dari banyak arah. Perbandingan ukuran perkecilan gambar semua arah sangat menentukan gambar panorama yang dihasilkan. Selain itu, gambar panorama semakin baik, bila ukuran panjang dan lebar (height dan width) adalah sama karena gambar panorama tidak akan bergelombang (tidak murni persegi panjang). Gambar semua arah yang dapat digunakan dalam pemetaan adalah gambar yang diperkecil antara 37,5%-50% dari ukuran sebenarnya karena gambar semua arah tersebut dapat dipetakan dengan lebih baik. Informasi pada gambar semua arah yang telah menjadi gambar panorama menjadi lebih mudah dibaca. Kata kunci : gambar panorama ; gambar semua arah ; proses manipulasi Pendahuluan Mata adalah salah satu alat vital yang penting bagi manusia. Sama seperti manusia, kamera yang ada pada sebuah sistem yang bergerak seperti robot juga berfungsi sebagai mata. Mata yang berfungsi untuk memberikan informasi secara visual kepada otak kemudian diproses dan dikeluarkan menjadi sebuah respon kepada objek di sekitarnya. Sudut pandang manusia juga terbatas, dimana manusia tidak dapat melihat objek yang ada di belakangnya. Seiring dengan kemajuan teknologi, kamera mampu mengatasi permasalahan yang dimiliki oleh mata manusia tersebut. Kamera mampu menangkap gambar dari berbagai sisi atau dengan kata lain sudut pandang yang dimiliki adalah sebesar 360 o . Kamera yang digunakan dalam penelitian ini menghasilkan gambar yang dinamakan gambar semua arah (omnidirectional image). Sesuai dengan fungsinya, gambar semua arah menangkap gambar dengan informasi (objek) yang luas yaitu gambar dengan sudut pandang 360 o sehingga gambar yang terbentuk secara visual berbentuk lingkaran. Gambar semua arah yang dihasilkan seolah-olah tidak seperti yang terlihat pada keadaan sebenarnya. Gambar yang dihasilkan oleh kamera ini tidak cukup baik. Gambar yang dihasilkan berupa gambar dengan ukuran yang besar dan gelap. Secara visual, informasi dalam gambar semua arah ini tidak terlalu mudah untuk dibaca. Hal ini disebabkan karena bentuk yang dihasilkan oleh gambar semua arah itu sendiri. Untuk