1 ZIRAA’AH, Volume 38 Nomor 3, Oktober 2013 Halaman 1-7 ISSN 1412-1468 ANALISIS PENDAPATAN USAHA TANI SALAK BALI (Sallacca edulis Reinw) DI DESA BATU NINDAN KECAMATAN BASARANG (Income Analysis of Bali Barking (Sallacca edulis Reinw) Farm In Batu Nindan Village Basarang District) Neni Widaningsih 1 M.Ilmi Hidayat 1 Muhamad Musair 2 1 Faculty of Agriculture , Islamic University of Kalimantan 2 Faculty of Agriculture, Islamic University of Kalimantan Email: nieasgar@yahoo.co.id ABSTRACT This study aims to determine the technical know bali farming barking and barking analyzing farm income bali ( Sallacca edulis Reinw) in the village of Batu Nindan Basarang district . Time research was conducted from 4th June to 30th November 2012. The types of data collected in this study included primary data and secondary data. This research method using a survey method . Sampling was done using purposive sampling technique, 30 of 86 people barking bali farmer in the village of Batu Nindan . The variables observed in this study is technical farm income analysis barking and barking bali in the village of Batu Nindan. Research results indicate that farming Technical bali barking in the village of Batu Nindan done extensively . The average total cost of Farm bali barking amounted Rp.3.989.006 with average revenues of Rp.3.822.567 and the average income of Rp.3.400.324 . Bali barking farming held in the village of Batu Nindan inefficient or not feasible to be developed with an average value of RCR Rp.0 , 96 , - ( < 1 ) Keyword : Bali Barking farm, Income PENDAHULUAN Komoditas tanaman buah-buahan mempunyai andil besar terhadap kesehatan manusia, karena di dalam buah-buahan banyak terkandung vitamin dan mineral yang diperlukan oleh tubuh. Di sektor lain buah- buahan juga berperan dalam meningkatkan pendapatan petani. Salah satu komoditas hortikultura yang memiliki potensi untuk dikembangkan secara komersial dan berorientasi agribisnis adalah salak (Damayanti,1999) Salak merupakan jenis buah yang banyak terdapat di daerah tropis sehingga buah salak cukup dikenal dan digemari dalam bentuk segar oleh masyarakat. Menurut Anarsis (1999), tanaman salak dapat mulai menghasilkan buah pada awal tahun ke empat dengan produksi 1 kg/pohon, tahun kelima 2,5 kg/pohon, tahun keenam 3,5 kg, dan tahun ketujuh sebanyak 5 kg/pohon. Batu Nindan merupakan salah satu desa penghasil buah salak (Salacca edilis Reinw) diantara desa-desa lain yang ada di Kecamatan Basarang. Posisi Desa Batu Nindan yang strategis karena berada pada jalur lintas Trans Kalimantan memungkinkan prospek pengembangan, dan pemasaran buah salak. Salah satu jenis salak yang ada di Desa Batu Nindan adalah salak bali. Salak bali yang ada di Desa Batu Nindan umumnya dilihat dari segi usia tanaman diperkirakan sudah lebih dari sepuluh tahun, dan rata-rata sudah berbuah namun terlihat kurang terpelihara dengan baik. Sehingga untuk mendapatkan produksi buah salak yang baik perlu lebih diintensifkan lagi pemeliharaan dan perawatan tanaman. Salak bali dilihat dari segi ukuran berat per brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Jurnal Online - Universitas Islam Kalimantan