51 Jurnal Mozaik Vol. X Edisi 2 Desember 2018 E-ISSN: 2614-8390 P-ISSN: 1858-1269 ANALISIS FUNGSI KOMUNIKASI SECARA INFORMATIF, REGULATIF, PERSUASIF DAN INTEGRATIF DENGAN PELAYANAN INFORMASI DI KANTOR SEKRETARIAT PD IBI PROVINSI BANTEN ESAKA PRATALA 1 1) Dosen STISIP Yuppentek E-mail: esaka_pratala@yahoo.com 1) ABSTRACT One of the functions of the Banten Province Indonesia Midwives Association Secretariat is to provide information services to the Executive Branches and Executive Branches as well as stakeholders that include the private sector, educational institutions, and local governments, where the purpose of this study is to clearly understand the relationship between communication functions informative, regulative, persuasive and integrated with information services organized by the Banten Province Regional Council Secretariat. The results of the analysis that the communication function is informative, regulative, persuasive and integrative has a relationship with the ministry of information, where the relationship with the communication function can provide information services where the highest value of communication functions related to information services is the integrative communication function. In addition, the improvement of information services can be predicted, therefore the performance of the Banten Province Indonesian Midwives Association Secretariat's performance must be optimized if information services for all midwife members through the Executive Branch and Executive Branch become enhanced through the use of communication media that can be accessed quickly and accurately. Keywords : communication, integrative, informative, information services, regulatory PENDAHULUAN Dalam suatu organisasi terdapat orang-orang yang bekerjasama untuk pencapaian tujuan. Sedangkan dalam menciptakan kerjasama diperlukan komunikasi yang efektif agar dapat tercapai tujuan organisasi. Komunikasi merupakan faktor paling penting dalam menjalankan roda organisasi. Didalam menjalankan roda organisasinya, tentunya orang-orang yang berada dilingkungan organisasi akan melakukan aktivitas komunikasi satu sama lain, baik dengan atasan, bawahan, maupun dengan rekan sejawat agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi. Komunikasi yang efektif sangat dibutuhkan untuk pengembangan organisasi. Proses komunikasi adalah pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari satu orang ke orang lain. Perpindahan pengertian tersebut melibatkan lebih dari sekedar kata-kata yang digunakan dalam percakapan, tetapi juga ekspresi wajah, intonasi, titik putus vokal dan sebagainya (Muhammad 9 : 2008). Proses komunikasi yang dinamik dapat menimbulkan berbagai masalah yang mempengaruhi pencapaian sebuah organisasi. Dengan demikian proses komunikasi suatu organisasi menjadi suatu hal yang sangat penting, begitupun halnya di organisasi profesi Ikatan Bidan Indonesia Provinsi Banten yang merupakan organisasi profesi Bidan di Provinsi Banten. Secara khusus di wilayah Provinsi Banten, IBI telah berkembang dengan baik, dimana pada saat ini Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia Provinsi Banten membawahi 8 Pengurus Cabang meliputi : 1) Pengurus Cabang Kabupaten Pandeglang, 2) Pengurus Cabang Kabupaten Lebak, 3) Pengurus Cabang Kabupaten Tangerang, 4) Pengurus Cabang Kabupaten Serang, 5) Pengurus Cabang Kota Tangerang, 6) Pengurus Cabang Kota Cilegon, 7) Pengurus Cabang Kota Serang dan 8) Pengurus Cabang Kota Tangerang Selatan, dan membawahi 58 Pengurus Ranting yang tersebar di 8 Pengurus Cabang yang berada di wilayah Provinsi Banten dengan jumlah anggota yang terdaftar sebanyak 4.018 Bidan. Secara visual distribusi penyebaran jumlah anggota dapat dilihat pada gambar berikut ini.