http://Jurnal.Unsyiah.ac.id/TIPI
Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia
Open Access Journal
I N F O A R T I K E L
Submit:
Perbaikan:
Diterima:
Keywords:
ABSTRACT
JURNAL TEKNOLOGI DAN INDUSTRI PERTANIAN INDONESIA – Vol. , No. ,
©Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Syiah Kuala
DOI:
KARAKTERISTIK MUTU DAN SENSORI NUGGET IKAN PATIN (Pangasius hypopthalmus)
DAN NANGKA (Artocarpus heterophyllus) MUDA
https://doi.org/10.17969/jtipi.v12i2.15638
Dewi Fortuna Ayu, Diana Sari Sormin, Rahmayuni
Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian
Universitas Riau
*E-mail: Fortuna_ayu2004@yahoo.com
QUALITY AND SENSORY CHARACTERISTICS OF SILVER CATFISH (Pangasius hypopthalmus)
AND UNRIPE JACKFRUIT (Artocarpus heterophyllus) NUGGET
Dewi Fortuna Ayu, Diana Sari Sormin, Rahmayuni
Nugget is a processed food rich in protein and fat but low in fiber. Diversification in raw materials is
expected to produce a fiber rich nugget with good sensory characteristics. The purpose of this
research was to study the effect of silver catfish meat and unripe jackfruit ratio on quality and
sensory characteristics of nugget. Completely randomized design with four treatments and four
replications was conducted in this research. The treatments were PN1 (70 silver catfish meat : 30
unripe jackfruit), PN2 (60 silver catfish meat : 40 unripe jackfruit), PN3 (50 silver catfish meat : 50
unripe jackfruit), and PN4 (40 silver catfish meat : 60 unripe jackfruit). Data obtained were
statistically analyzed using analysis of variance and continued with Duncan's New Multiple Range
Test (DNMRT) at 5% level. The results showed that the lower ratio of silver catfish meat or the
higher ratio of unripe jackfruit affected the higher moisture and crude fibre content of the nuggets,
while the content of ash, fat, protein, and sensory assessment of the nugget decline. The best
treatment in this research was PN1 (70 silver catfish meat : 30 unripe jackfruit) which had fulfilled
quality requirements of fish nuggets (SNI 7758-2013) i.e. 58.36% moisture content with a
maximum value of 60%, 1.81% ash content with a maximum value of 2.5%, 4.94% fat content with
a maximum value of 15%, 14.38% protein content with a minimum value of 5%, and 5.14% crude
fiber content. The overall sensory assessment of the nugget were yellow color, flavorful of patins
fish aroma, very taste of patin fish (according to typical raw materials), and a rather hard texture.
Nugget, catfish, unripe jackfruit
28 Januari 2020
01 Mei 2020
17 Juli 2020
1. PENDAHULUAN
Nugget merupakan salah satu makanan siap
saji yang digemari oleh masyarakat baik anak-
anak maupun orang dewasa. Penerimaan
masyarakat terhadap produk nugget saat ini
semakin meningkat, hal ini dapat dilihat dari
semakin banyaknya produk nugget yang dijumpai
secara komersil dari berbagai macam bahan baku
seperti daging ayam dan ikan. Nugget berbahan
dasar daging ayam memiliki kandungan protein
minimal 12% dan kandungan lemak maksimal
20% (BSN, 2014), akan tetapi ada juga nugget
yang menggunakan bahan dasar daging ikan
dengan kandungan protein minimal 5% dan
kandungan lemak maksimal 15% (BSN, 2013).
Kandungan gizi dengan manfaat yang baik bagi
kesehatan mendorong banyak penelitian nugget
yang dikembangkan menggunakan bahan baku
ikan, seperti ikan gabus (Simanjuntak et al., 2017)
dan ikan patin (Rosselinda et al., 2015).
Salah satu ikan yang dapat digunakan sebagai
bahan baku pembuatan nugget adalah ikan patin.
Ikan patin merupakan hasil perikanan yang
mudah diperoleh di Indonesia khususnya di Riau
dengan produksi sebesar 437.11 ton
(Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2016).
Ikan patin memiliki kandungan protein yang tinggi
sehingga baik digunakan sebagai sumber protein
dalam asupan makan sehari-hari. Selain protein,
ikan patin juga mengandung lemak yang dominan
dengan komposisi asam lemak tidak jenuh.
Kandungan asam lemak -3 pada bagian kepala
2,28%, daging belly flap (daging bagian perut)
2,11%, dan isi perut 1,45% (Hastarini et al., 2012).
Menurut Ayu et al. (2019), lemak perut ikan patin
mengandung -3 sebesar 1.89% dan -6 sebesar
12 02 2020
40