52 Jurnal Penelitian Kesmasy Vol. 2 No. 2 Edition: November 2019 April 2020 http://ejournal.delihusada.ac.id/index.php/JPKSY Received: 01 Maret 2020 Revised: 10 Maret 2020 Accepted: 30 April 2020 Meningkatkan Kualitas Hidup Penderita HIV/AIDS Melalui Penggunaan Antiretroviral (ARV) dan Dukungan Keluarga Saiful Batubara 1 , dan Adhi Marfitra 2 1) Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sumatera Utara 2) Fakultas Kedokteran,Universitas Batam Email: Saifulbatubara24@gmail.com Abstract The damage to the immune system in people with HIV infection resulted in them being easily attacked by other diseases, especially the decrease in the quality of life of HIV-AIDS sufferers. Therefore, the purpose of this research is to know the relationship between compliance with antiretroviral use and family support in improving the quality of life of people with HIV-AIDS. For that, quantitative descriptive research with the population is the entire patient with HIV-AIDS. They undergo medical checkup at Budi Kemuliaan hospital- Batam aged between 20-35 years which amounted to 76 people and samples as many as 60 people selected using the Purposive sampling method. The results showed a significant link between compliance with the use of antiretroviral and quality of life and the relationship between the quality of life with the support of the family in HIV/AIDS patients at the Budi Kemuliaan hospital-Batam. Keywords: antiretroviral, family support, quality of life, obedience to drug- taking. PENDAHULUAN HIV merupakan virus yang menginfeksi manusia sehingga menyebabkan kerusakan pada sistem kekebalan tubuh yang dikenal dengan AIDS. Pada beberapa kasus, HIV dapat mengakibatkan kematian secara perlahan-lahan. Laporan WHO (2013) menunjukkan peningkatan jumlah penderita AIDS setiap tahunnya. Terdapat sekitar 2,1 juta jiwa yang mengalami infeksi baru pada tahun 2013 dengan 1,5 juta jiwa mengalami kematian (Kementerian Kesehatan RI, 2014). Pertama kali munculnya infeksi akibat HIV-AIDS di Indonesia adalah pada tahun 1987 yang hingga sekarang terus menyebar di 386 kabupaten/kota di Indonesia. Sebanyak 150.296 kasus infeksi HIV dan 55.799 kasus penderita AIDS telah dilaporkan di Indonesia hingga tahun 2014 dengan diantaranya terdapat 22.869 kasus baru untuk HIV dan 1876 kasus baru untuk AIDS (Kementerian Kesehatan RI, 2014). Kepulauan Riau tidak terkecuali sebagai daerah dengan penderita HIV- AIDS. Pada tahun 2018 terdapat kasus infeksi HIV dan AIDS, dimana tercatat 7.902 orang yang terpapar HIV-AIDS dengan 6.359 kasus diantaranya berasal dari kota Batam dan menjadi daerah dengan kejadian terbesar ke-9 di Indonesia (Kementerian Kesehatan RI, 2018). Banyaknya kasus yang terjadi dapat disebabkan karena Kepulauan Riau khususnya Kota Batam merupakan daerah strategis yang menjadi pintu gerbang Indonesia dengan Singapura dan Malaysia. Kota Batam juga dikenal sebagai daerah industri dan perdagangan sehingga menjadikannya sebagai daerah dengan mobilitas penduduk yang tinggi. Sebagaimana umumnya, daerah perindustrian identik dengan daerah prostitusi yang tinggi.