Sarip Hidayat: Perjuangan Perempuan Papua dalam Novel… 137 PERJUANGAN PEREMPUAN PAPUA DALAM NOVEL NAMAKU TEWERAUT DAN TANAH TABU THE STRUGGLE OF PAPUAN WOMEN IN NOVEL NAMAKU TEWERAUT AND TANAH TABU Sarip Hidayat Balai Bahasa Jawa Barat Jalan Sumbawa Nomor 11, Bandung Telp. 085860944793 Pos-el: mohsyarifhidayat@gmail.com Naskah diterima: 3 Januari 2018; direvisi: 9 Januari 2018; disetujui: 11 Januari 2018 DOI: http://dx.doi.org/10.26499/madah.v8i2.647 Abstrak Novel Tanah Tabu dan Namaku Teweraut bercerita tentang kondisi perempuan Papua yang tengah berada dalam belenggu tradisi. Dalam kedua novel terdapat upaya perjuangan tokoh- tokohnya untuk berusaha keluar dari tradisi yang tidak memihak kepada perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan persamaan dan perbedaan kedua novel tersebut dari segi struktur dan cara perjuangan para tokoh digambarkan serta memberikan alasan mengapa mereka melakukan perjuangan tersebut. Teori yang digunakan adalah teori sastra bandingan dan kajian gender. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-analitis. Berdasarkan analisis dan perbandingan data dapat disimpulkan bahwa kedua novel yang diteliti memiliki persamaan latar, penokohan, alur, dan tema. Perbedaan di antara keduanya tampak dalam unsur sudut pandang. Berdasarkan temanya dapat disimpulkan lebih jauh bahwa perjuangan perempuan Papua dalam dua novel memiliki pandangan yang sama, yaitu pendidikan menjadi jalan keluar bagi perempuan Papua untuk memperoleh derajat yang setara dengan laki-laki. Kata Kunci: perjuangan; perempuan Papua; Namaku Teweraut; Tanah Tabu; kajian gender Abstract Tanah Tabu and Namaku Teweraut tell a story about the condition of Papuan women who are in the shackles of tradition. In the two novels, there is an attempt to struggle his characters to try to get out of an impartial tradition for women. This study aims to discover the similarities and differences between the two novels in terms of structure and how the struggles of the figures are described and give the reason why they did the struggle. Theories used are comparative literature and gender studies. The method used in this research is descriptive- analytical method. Based on the analysis and comparison of data, it can be concluded that the two novels studied have similarities of background, characterization, plot, and theme. The difference between the two appears in the element point of view. Based on the theme, it can be concluded further that the struggle of Papuan women in two novels have the same view, that education becomes the way out for Papuan women to get equal degree with men. Keyword: struggle; Papuan women; Namaku Teweraut; Tanah Tabu; gender study