dinamika TEKNIK SIPIL/Vol. 14/No. 2/Desember 2021/Septiawan, et al./Halaman: 63-68 63 EVALUASI STRUKTUR GEDUNG PASCA SARJANA IAIN PALANGKA RAYA TERHADAP POTENSI GEMPA DI KOTA PALANGKA RAYA STRUCTURE EVALUATION OF IAIN PALANGKA RAYA POSTGRADUATE BUILDING ON POTENTIAL EARTHQUAKES IN PALANGKA RAYA CITY, CENTRAL KALIMANTAN Dimas Septiawan 1) , Noviyanthy Handayani 2) , Norseta Ajie Saputra 3) 1) Study Programme of Master of Civil Engineering, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Jl. RTA Milono Km 1,5 Palangka Raya, Kode Pos: 73112 e-mail : dimashuseins7@gmail.com 2) Study Programme of Master of Civil Engineering, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Jl. RTA Milono Km 1,5 Palangka Raya, 73112 e-mail : vianthy84@yahoo.com 3) Study Programme of Master of Civil Engineering, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Jl. RTA Milono Km 1,5 Palangka Raya, 73112 e-mail : norseta.ajie@gmail.com ABSTRAK Provinsi Kalimantan Tengah (Kabupaten Katingan) mengalami gempa dengan besar magnitude 4,20 Skala Richter pada 12 Juli 2018. Berdasarkan fenomena tersebut, memberikan minat kepada saya untuk melakukan penelitian mengenai “Evaluasi Struktur Gedung Pasca Sarjana IAIN Palangka Raya Terhadap Potensi Gempa di Kota Palangka Raya - Kalimantan Tengah” menggunakan aplikasi atau perangkat lunak ETABS dan SAP2000 untuk menganalisa apakah bangunan tersebut telah mampu bertahan apabila diberikan potensi beban gempa. Parameter Perhitungan Gempa Running SAP2000 dan ETABS, yaitu sesuai dengan SNI 1727-2002 dan SNI 1727 2012 mengenai gempa. Pengaruh penambahan beban gempa berpengaruh terhadap kemampuan bangunan yang mana terjadi kegagalan struktur pada tulangan utama untuk B2, B5, B3 Ramp, K3, K4, dan K5, kegagalan geser terjadi pada B2, B5, B3 Ramp, K3, K4, dan K5. Rekapitulasi gaya momen pada penelitian ini, selisih nilai rata-rata balok yaitu 19,78% untuk tumpuan dan 17,22% untuk lapangan. Selisih nilai rata-rata kolom yaitu 17,64% untuk tumpuan dan 21,53% untuk lapangan. Rekapitulasi gaya lintang desain awal selisih nilai rata-rata gaya lintang balok/sloof yaitu 14,27% dan 18,78% untuk kolom. Rekapitulasi gaya normal desain awal selisih perhitungan terkecil desain awal 0.00% pada S2 dan selisih nilai rata-rata balok/sloof yaitu 67,87% dan 5,47% untuk selisih nilai rata-rata kolom. Kata Kunci: Potensi Gempa, Parameter Perhitungan Gempa, Kegagalan Struktur. ABSTRACT Central Kalimantan Province (Katingan Regency) experienced an earthquake with a magnitude of 4.20 Richter Scale on July 12, 2018. Based on these conditions and phenomena, it gave me interest to conduct research on “Structure Evaluation of Iain Palangka Raya Postgraduate Building On Potential Earthquakes In Palangka Raya City, Central Kalimantan” uses the ETABS and SAP2000 applications or software to analyze whether the building has been able to withstand the potential earthquake loads. Earthquake Calculation Parameters Running SAP2000 and ETABS, that is natural vibration time, Palangka Raya City in Central Kalimantan is in earthquake zone 1. Parameters for Earthquake Calculation Running SAP2000 and ETABS, which are in accordance with SNI 1727-2002 and SNI 1727 2012 regarding earthquakes. The effect of the addition of earthquake loads on the structure affects the building's capacity to support the gravitational force where structural failure occurs in the main reinforcement failures for B2, B5, B3 Ramp, K3, K4, and K5, shear failure occurs in B2, B5, B3 Ramp , K3, K4, and K5. Recap of the moment forces in this study, average deviation value of the beam is 19.78% for the support and 17.22% for the field. Average deviation value of the column is 17.64% for the pedestal and 21.53% for the field. The recap of the initial design shear forces of average deviation value of the beam/sloof is 14.27% and 18.78% for the column. Recap of the initial design normal force, the smallest deviation in the initial design calculation is 0.00% in S2 and average deviation value of the beam/sloof is 67.87% and 5.47% for average deviation value of the column. Keyword: Potential earthquake, Parameter calculation earthquake, Failure of structure . PENDAHULUAN Mempelajari dari peristiwa gempa yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia mulai 1 Januari 2021 tercatat bahwa telah terjadi sebanyak 77 kali gempa bumi di seluruh Indonesia yang mana beberapa memiliki besar magnitude 6,2 Skala Richter dan 7,1 Skala Richter. Provinsi Kalimantan Timur sempat terjadi gempa dengan magnitude 4,0 Skala Richter. Pada Provinsi Kalimantan Tengah (Kabupaten Katingan) dengan magnitude 4,20 Skala Richter pada 12 Juli 2018. Melihat besarnya resiko ini sehingga perlu diperhitungkan bagi perencanaan infrastruktur atau bangunan di wilayah rawan gempa bahkan di wilayah bukan rawan gempa sekalipun untuk menghindari kerugian materi atau bahkan korban jiwa. Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya telah melaksanakan pembangunan gedung pasca sarjana, pelaksanaan pembangunan struktural gedung tersebut selesai tanpa ada masalah. Berdasarkan kondisi dan fenomena tersebut, serta adanya penelitian sebelumnya yang membahas hal tersebut sehingga hal itu memberikan minat kepada saya untuk melakukan penelitian mengenai “Evaluasi Struktur Gedung Pasca Sarjana IAIN Palangka Raya Terhadap Potensi Gempa di Kota Palangka Raya - Kalimantan Tengah” menggunakan aplikasi atau perangkat lunak ETABS dan SAP2000 untuk menganalisa apakah bangunan tersebut telah mampu bertahan apabila diberikan potensi beban gempa apabila di kemudian hari mengalami peristiwa tersebut.