378 PROSIDING: SEMINAR NASIONAL KOMUNITAS DAN KOTA BERKELANJUTAN Tema : Kesehatan Kota Tersedia secara online http://proceeding.unindra.ac.id/index.php/semnaskkbarsi e-ISSN: 2715-7091 PERANCANGAN GEDUNG INTI KEBUGARAN DAN KECANTIKAN DI JAKARTA DENGAN PENDEKATAN BACK TO NATURE Liviyah Maulidina*, Soepardi Harris*, Rahmat Rejoni* *Arsitektur, Universitas Indraprasta PGRI INFO ARTIKEL ABSTRAK Kata kunci: Outer beauty dan inner beauty Perawatan dan kesehatan tubuh Kebugaran fisik Abstrak: Seiring perkembangan zaman modern ini menyebabkan banyak para pekerja menjadi cepat lelah dan jenuh. Oleh karena itu, dibutuhkan fasilitas yang dapat mewadahi semua kegiatan perawatan tubuh, bukan hanya perawatan kecantikan tubuh luar (outer beauty) namun juga perawatan kecantikan bagian dalam/batin (inner beauty). Untuk menanggapi hal tersebut, bagaimana mempadukan kegiatan di bidang pelayanan kebugaran dan perawatan tubuh serta kesehatan tubuh dalam satu fasilitas perencanaan dan perancangan Gedung Inti Kebugaran dan Kecantikan. Dari metode proses analisis dipilih pendekatan kebutuhan dari perencanaan Gedung Inti Kebugaran dan Kecantikan di Kota Jakarta. Analisis pendekatan ini dijadikan acuan konsep desain untuk perancangan. Maka dari itu, Gedung Inti Kebugaran dan Kecantikan ini mengambil pendekatan Back to Nature yang menciptakan ruang agar pengguna dapat terbawa suasana alam yang dapat merileksasikan pikiran dan kenyamanan pengguna. Perancangan Gedung Inti Kebugaran dan Kecantikan ini merupakan suatu inovasi baru bagi masyarakat modern khususnya di Ibu Kota Jakarta. Gedung Inti Kebugaran dan Kecantikan merupakan sebuah fasilitas publik bagi masyarakat untuk perawatan tubuh dan kebugaran fisik yang berkaitan dengan kesehatan dan menjadi ajang untuk mempercantik diri serta menjadi ajang gaya hidup baru (lifestyle) bagi masyarakat modern. Alamat Korespondensi: Liviyah Maulidina, Arsitektur/Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Indraprasta PGRI liviyah20@gmail.com PENDAHULUAN Zaman modern di abad ke-21 ini kemajuan teknologi komunikasi dan transportasi semakin pesat. Sehingga menuntut masyarakat untuk selalu siap dan dalam kondisi prima. Pekerjaan sehari hari sering menyita seluruh tenaga bagi pekerja keras tidak jarang dibelenggu dengan kesibukan, sehingga akan menimbulkan tubuh mudah sekali lelah, kurang bergairah, sulit tidur, penat, jenuh dan bahkan stres. Pola hidup dan kondisi yang penuh persaingan menyebabkan banyak para pekerja mudah lupa dengan kesehatan. Survei yang dilakukan Regus (Regus adalah penyedia solusi ruang kerja fleksibel terbesar di dunia) mengatakan bahwa 64 persen pekerja di Indonesia merasa tingkatan stres mereka bertambah dibandingkan tahun lalu. Jika tingkat stres semakin tinggi maka masyarakat cenderung emosi dan individualisme. Hal ini dapat berpengaruh terhadap kesehatan fisik dan jasmani. Jakarta merupakan Ibu Kota Indonesia dengan tingkat intensitas kepadatan penduduk tinggi disertai dengan aktivitas yang padat. Jumlah penduduk Jakarta sebesar 10,5 juta jiwa (Badan Pusat Statistik, 2019). Jakarta juga sebagai pusat perekonomian Indonesia, sehingga banyaknya masyarakat yang bekerja di Jakarta dengan jumlah pekerja 5,37 juta jiwa (Badan Pusat Statistik, 2019). Hal ini menjadikan Kota Jakarta sebagai kota besar dengan tingkat aktivitas yang padat dan ramai. Dengan perkembangan penduduk yang pesat, gaya dan pola hidup masyarakat Jakarta pun berubah mengikuti pola hidup dari masyarakat luar negeri.