ISBN 978-602-71759-6-9 Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan VI Universitas Hasanuddin, Makassar, 21 Juni 2019 177 Musim Pemijahan Ikan Tongkol Lisong (Auxis rochei Risso,1810) di Perairan Majene Sulawesi Barat Spawning season of bullet tuna (Auxis rochei, Risso1810) in the Majene Waters, West Sulawesi Muh. Arifin Dahlan 1* , Budiman Yunus 1 , Moh. Tauhid Umar 1 dan Muhammad Nur 2 1 Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, FIKP, Universitas Hasanuddin 2 Program Studi Akuakultur, FAPETKAN, Universitas Sulawesi Barat Jl. Perintis Kemerdekaan Km.10 Tamalanrea, Makassar 90241 *Corresponding author: arifin.dahlan54@yahoo.co.id ABSTRAK Tongkol lisong dengan nama latin Auxis rochei merupakan salah satu ikan pelagis dari famili scombridae yang banyak ditangkap oleh nelayan di Perairan Selat Makassar terkhusus di Perairan Majene, Sulawesi Barat. Penelitian ini bertujuan menganalisis musim pemijahan ikan tongkol di perairan Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Pengambilan sampel dilaksanakan selama enam bulan sejak Mei hingga Oktober 2018 di Kel. Pangali-Ali Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Penangkapan ikan menggunakan alat tangkap jaring lingkar dan pancing. Ikan diukur panjang, ditimbang beratnya, dibedah, diidentifikasi jenis kelamin dan tingkat kematangannya gonadnya. Untuk menentukan musim pemijahan ikan tongkol dilakukan analisis Indeks Kematangan Gonad (IKG). Indeks kematangan gonad adalah suatu nilai dalam persen yang merupakan hasil dari perbandingan antara bobot gonad dan bobot tubuh. Berdasarkan hasil penelitian jumlah ikan tongkol diperoleh selama penelitian sebanyak 372 ekor ikan (216 jantan dan 156 betina). Hasil analisis IKG ikan tongkol lisong di pada setiap waktu pengambilan sampel k di perairan Majene menunjukkan nilai IKG tertinggi diperoleh pada Bulan Agustus. Tingginya Nilai IKG tertinggi pada bulan tersebut diduga merupakan puncak pemijahan. Kata kunci: ikan tongkol, musim pemijahan, Majene. Pendahuluan Tongkol lisong merupakan salah satu jenis ikan tongkol yang dominan ditangkap oleh nelayan di Perairan Selat Makassar terkhusus di Perairan Majene, Sulawesi Barat. Ikan tongkol lisong memiliki ciri yang membedakan dengan jenis tongkol lainnya yaitu bentuk badan bulat menyerupai cerutu, memiliki setrip miring meluas di bagian punggung (hampir vertikal), sirip dada tidak mencapai batas anterior area tanpa sisik, dengan ukuran maksimal mencapai 50 cm, namun rata-rata ukuran yang sering tertangkap oleh nelayan yaitu berukuran 15-25 cm. Penangkapan ikan tongkol lisong di Majene umumnya dilakukan oleh nelayan menggunakan alat tangkap pancing, payang dan purse seine. Data hasil tangkapan ikan tongkol dalam rentang waktu tiga tahun terakhir (2016-2018) Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Majene menunjukkan jumlah tangkapan yang cukup besar yaitu mencapai rata-rata 1.380 ton/tahun. Pemanfaatan ikan tongkol lisong hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Majene sebagian besar dimanfaatkan untuk konsumsi masyarakat lokal. Sebagian lagi ditransportasikan ke daerah lain di Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Besarnya kebutuhan masyarakat terhadap Ikan tongkol telah memberikan kekhawatiran akan terjadinya penurunan populasi ikan tongkol di masa mendatang akibat penangkapan yang terus menerus tanpa adanya kontrol sehingga perlu dilakukan upaya pengelolaan. brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Universitas Hasanuddin: e-Journals