Perancangan Kembali Identitas Korporat untuk Museum Sejarah Jakarta Inosains Volume 7 Nomor 1, April 2012 12 PERANCANGAN KEMBALI IDENTITAS KORPORAT UNTUK MUSEUM SEJARAH JAKARTA Herman Susanto, Muhammad Fauzi Desain Komunikasi Visual Universitas Esa Unggul, Jakarta Jalan Arjuna Utara Tol Tomang Kebun Jeruk, Jakarta 11510 fauzi@yahoo.com Abstrak Identitas korporat Museum Sejarah Jakarta merupakan salah satu media bagi pihak manajemen Museum Sejarah Jakarta untuk mengatur media korporasi yang teratur dan terorganisir agar dapat menjadi dan berkembang menjadi suatu lembaga yang lebih independen dalam hal mempromosikan nilai jual dari muse- um tersebut, juga berfungsi sebagai media komunikasi efektif bagi para pengun- jungnya. Untuk mewujudkan sebuah media identitas korporat yang kuat, harus di- dasarkan pada pembuktian dan penguatan teori sehingga dapat dipertanggung- jawabkan secara utuh keabsahan dan kekuatan dari media korporat yang ber- sangkutan. Untuk meningkatkan promosinya, sebagai media perwujudan program dan wahana baru, Museum Sejarah Jakarta akan dicanangkan beroperasi da- lam dua kurun waktu operasional. Selain itu diharapkan juga dapat menjadikan Museum Sejarah Jakarta menjadi pusat intelektual kebudayaan Batavia, atraksi, dan rekreasi sesuai dengan apa yang telah menjadi visi dan misi dari Museum Sejarah Jakarta, juga tidak lupa untuk mengingatkan masyarakat akan sebuah eksistensi dari Museum Sejarah Jakarta sebagai media refleksi untuk melihat ke masa lampau. Kata kunci: night and day museum, pusat kebudayaan, rekreasi dan atraksi Pendahuluan Bahasa, sistem perlambangan, dan simbolisasi merupakan suatu bentuk perkembangan peradaban manusia yang terbesar sepanjang sistem evolusioner dari makhluk hidup khususnya manusia. Bahasa, lambang, dan simbol merupakan suatu rangkaian proses komunikasi yang telah mengalami bermacam-macam dan serangkaian proses hingga bisa berkembang seperti sekarang ini. Bermula dari simbol-simbol yang dibuat oleh manusia prasejarah atau Homo yang telah mengalami proses evolusi dan revolusi sedemikian rupa sampai menjadi media komunikatif dan fasilitatif korporat modern. Sebuah simbol adalah sesuatu tentang objek, gambar, kata-kata yang tertulis, suara, atau tanda tertentu yang menunjukkan sesuatu yang berbeda melalui penggabungan, persamaan, dan aturan. Secara etimologis simbol berasal dari bahasa Yunani yakni, symbolon, yang terdiri dari dua suku kata, “syn“ yang berarti bersama dan “bole“ yang berarti sebuah lemparan dan jika digabungkan berarti “melempar bersama“, secara harafiah adalah “kejadian yang kebetulan“, juga “tanda, tiket, atau kontrak“. Simbol pun telah mengalami evolusi seiring dengan perkembangan paham dan nalar manusia. Simbol juga telah menjadi alat pencatat sejarah pada media komunikasi verbal atau sistem tata bahasa dan linguistic yang berujung pada penemuan-penemuan huruf yang juga menandakan dan membedakan karakter kebudayaan dan asosiasi setiap tempat yang ada. Bersamaan dengan perkembangan sistem tata bahasa dan linguistik, sistem tata cara berpikir manusia sebagai makhluk berpikir dan berakal budi pun berkembang. Hal itu ditandai adanya penemuan-penemuan sistem tatanan hidup manusia yang bervariatif, mulai dari penemuan teoritis-teoritis yang berujung pada sistem pemahaman dan penalaran manusia melalui aplikasi bentuk dan gerakan stimulis sampai berevolusi menjadi logo yang telah menjadi suatu media teknis yang mengedepankan gaya hidup dan trend masa ke masa juga merupakan suatu bentuk refleksi dari perkembangan budaya dan teknologi dari sistem kehidupan manusia yang terus mengalami evolusi dan revolusi. Simbol juga merupakan implementasi dari sebuah sistem pertandaan dalam semiotika. Sebuah sign atau tanda adalah sesuatu yang berdiri untuk sesuatu, atau