84
Original Article
MFF 2021; 25(3):84-87
Majalah Farmasi dan Farmakologi
Kata Kunci :
Propionibacterium
acnes, Ekstrak Kering
Rimpang Kunyit, Gel
ABSTRAK
Propionibacterium acnes adalah bakteri utama penyebab timbulnya jerawat. Salah satu bahan alam yang
dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri adalah ekstrak kering rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.)
karena memiliki kandungan senyawa kurkumin dan minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh konsentrasi formulasi gel ekstrak kering rimpang kunyit terhadap stabilitas fisik dan aktivitas
antibakterinya pada Propionibacterium acnes ATCC 11827 dengan metode sumuran. Ekstrak kering rimpang
kunyit diformulasi dalam bentuk gel dengan dua konsentrasi yaitu F1 (35%) dan F2 (45%). Gel adalah sistem
semipadat terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel anorganik yang kecil atau molekul organik yang besar,
terpenetrasi oleh suatu cairan. Hasil evaluasi selama 8 minggu penyimpanan F1 (35%) memiliki stabilitas fisik
yang lebih baik dibandingkan F2 (45%) pada pemeriksaan organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat,
uji daya sebar, uji iritasi dan uji stabilitas dengan metode sentrifugasi. Hasil uji statistik kruskal wallis terdapat
perbedaan yang signifikan (p<0,05) antar formula terhadap diameter zona hambat bakteri, dimana F2 (45%)
memberikan diameter hambat yang paling besar yaitu 19,82±0,27 mm dengan kategori daya hambat kuat.
PENDAHULUAN
Gangguan yang sering muncul pada kulit wajah
adalah jerawat. Jerawat atau acne vulgaris
merupakan penyakit inflamasi kronis pada folikel
pilosebasea yang umumnya terjadi pada remaja
baik wanita maupun pria [1]. Jerawat dapat
ditemukan di wajah dan leher, punggung, dada,
bahu dan lengan atas [2]. Peradangan dipicu oleh
bakteri Propionibacterium acnes, Staphylococcus
epidermidis dan S aureus [3].
Kunyit mengandung banyak senyawa yang
berkhasiat sebagai obat, senyawa tersebut yaitu
kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin,
desmetoksikumin dan bidesmetoksikurkumin dan
zat-zat manfaat lainnya, kandungan zat pada
tanaman kunyit yaitu, Kurkumin: R1=R2=OCH3
10%, Demetoksikurkumin: R1=OCH3, R2=H 1-5%
dan Bisdemetoksi kurkumin: R1=R2=H. Minyak
atsiri sebanyak 6% [4]. Pada penelitian Muadifah
dkk (2019) tentang aktivitas gel ekstrak rimpang
kunyit (Curcuma domestiva Val.) terhadap bakteri
Staphylococcus aureus, ekstrak dibuat dengan 4
konsentrasi yaitu, 45%, 55%, 65% dan 75%, dari
uji pendahuluan ekstrak didapatkan diameter zona
hambat pada masing-masing konsentrasi yaitu: 11
mm, 10 mm, 10,5 mm dan 10,1 mm. Konsentrasi
ekstrak yang diambil hanya konsentrasi 45%
karena diameter zona hambat yang diberikan
paling besar. Dari konsentrasi ekstrak yang
memberikan zona hambat yang paling besar
tersebut, yaitu konsentrasi 45% untuk
formulasinya diambil 0,1% nya saja, dimana
didapatkan diameter zona hambat yaitu 19 mm
yang termasuk ke dalam kategori kuat dalam
menghambat pertumbuhan bakteri
Staphylococcus aureus [5].
Gel adalah sistem semipadat terdiri dari suspensi
yang dibuat dari partikel anorganik yang kecil atau
molekul organik yang besar, terpenetrasi oleh
suatu cairan [6]. Keuntungan sediaan gel adalah
adanya efek pendingin pada kulit saat
diaplikasikan, penampilan sediaan gel yang jernih
dan elegan, pada pemakaian di kulit setelah kering
meninggalkan film tembus pandang, mudah dicuci
dengan air, pelepasan obatnya baik serta
kemampuan penyebarannya yang baik pada kulit
[7].
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui
pengaruh konsentrasi formulasi gel ekstrak kering
rimpang kunyit terhadap stabilitas fisik dan
aktivitas antibakterinya terhadap
Propionibacterium acnes ATCC 11827. Manfaat
dari penelitian ini adalah sebagai bukti ilmiah
mengenai aktivitas antibakteri sediaan gel ekstrak
kering rimpang kunyit terhadap
Propionibacterium acnes sekaligus meningkatkan
pemanfaatan rimpang kunyit sebagai bahan aktif
farmasi.
METODE PENELITIAN
Alat Yang Digunakan
Gelas ukur, erlenmeyer, cawan porselen, lumpang
dan alu, timbangan analitik (Shimadzu® ATX224),
seperangkat alat uji daya lekat, daya sebar, pH
meter (Ohaus® ST300), sentrifugator
(Centrifuge® PLC Series), cawan petri, tabung
reaksi, rak tabung reaksi, oven (Memmert®),
autoklaf (GEA® YXQG-01), hot plate (Thermo®)
batang pengaduk, lampu spritus, incubator
(Memmert®), pipet mikro, spektrofotometer UV-
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI GEL
EKSTRAK KERING RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica
Val.) TERHADAP Propionibacterium acnes
Nofriyanti
1
, Serlin Partika Sari
1
, Benni Iskandar
1
, Ferdy Firmansyah
1
, Ihsan Ikhtiaruddin
1
, Emma
Susanti
1
1
Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau, Pekanbaru, Indonesia, 28293
Masuk 31-05-2021
Revisi 18-08-2021
Diterima 07-09-2021
DOI: 10.20956/mff.v25i3.13911
Korespondensi
Nofriyanti
nofriyanti@stifar-riau.ac.id
Copyright
© 2021 Majalah Farmasi
Farmakologi Fakultas Farmasi ·
Makassar
Diterbitkan tanggal
30 Desember 2021
Dapat Diakses Daring Pada:
http://journal.unhas.ac.id/index.php/mff