757 | Shautuna Penyelenggaraan Walīmah ul-Ursy di Jalan Umum Perspektif Hukum Islam dan Hukum Nasional Sri Tantini, Nila Sastrawati Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Sritantini06@gmail.com Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa terkait pesta pernikahan (walimah al-ursy) yang diselenggarakan di jalan umum, dilihat dari perspektif hukum Islam dan hukum nasional yang kemudian dikaitkan dengan yang terjadi di Kel. Nambo Lempek, Kec. Nambo, Kab. Banggai, Sulawesi Tengah. Dalam menjawab problematika diatas, penulis menggunakan Penelitian Lapangan (Field Research) yaitu penelitian yang mengangkat data dan permasalahan yang ada di lapangan (lokasi peneltian). Adapun sumber data yang didapatkan diantaranya data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitiatif dengan menggunakan pendekatan yuridis empiris yaitu untuk mengetahui bagaimana suatu hukum itu dilaksanakan serta bagaimana proses penegakannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di Kel. Nambo Lempek Kec. Nambo Kab. Banggai, Sulawesi Tengah masih banyak ditemukan kegiatan penutupan jalan umum yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Baik penutupan jalan untuk acara pesta pernikahan, acara syukuran, khitanan, dan akikah. Padahal hukum Islam dan hukum nasional keduanya memiliki pandangan yang sama terkait masalah penyelenggaraan pesta penikahan (walimah al-ursy) dalam hukum Islam penutupan jalan dibolehkan dengan syarat menyisakan sebagian jalan agar pengguna jalan lain bisa tetap lewat sera keselamatan bisa terjaga. Sementara dalam hukum nasional penggunaan jalan umum untuk acara pesta pernikahan di bolehkan asalkan ada surat izin yang sah serta terdapat jalan alternatif dan memasang rambu lalu lintas sementara. Kata Kunci: Walimah Al-Ursy Di Jalan Umum, Perspektif Hukum Islam, Hukum Nasional. Abstract This article aims to describe and analyze related to wedding parties (walimah al-ursy) which are held on public roads, viewed from the perspective of Islamic law and national law which are then linked to what happened in Ex. Nambo Lempek, Kec. Nambo, Kab. Banggai, Central Sulawesi. In answering the problems above, the author uses Field Research, namely research that raises data and problems in the field (research location). The sources of data obtained include primary data and secondary data. This study uses a type of qualitative research using an empirical juridical approach, namely to find out how a law is implemented and how the process is enforced.The results of this study indicate that in Ex. Nambo Lempek Kec. Nambo Kab. Banggai, Central Sulawesi, there are still many public road closure activities that are not in accordance with statutory regulations. Good road closures for weddings, thanksgiving events, circumcisions, and akikah. Even though Islamic law and national law both have the same view regarding the issue of organizing a wedding party (walimah al-ursy) in Islamic law road closures are allowed on the condition that they leave part of the road so that other road users can continue to pass and safety can be maintained. Meanwhile, in national law, the use of public roads for weddings is allowed as long as there is a valid permit and alternative roads and temporary traffic signs are installed. Keywords: Walimah Al-Ursy on public roads, perspective of Islamic law, National law. Pendahuluan Dalam ketentuan pasal 15 ayat (2) Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2012 Tentang Pengaturan Lalu Lintas dalam keadaan tertentu dan Penggunaan Jalan selain untuk Kegiatan Lalu Lintas (Perkap Polri), maka penggunaan selain untuk kegiatan lalu lintas dapat dibenarkan. Misalnya untuk kegiatan yang bersifat nasional yang merupakan kepentingan umum dan pesta perkawinan yang merupakan kepentingan pribadi. Hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 16 ayat (2) Perkap Polri No 10 Tahun 2012 bahwa “Penggunaan jalan yang dilakukan untuk kegiatan yang bersifat pribafi antara lain untuk pesta perkawinan, kematian maupun kegiatan lainnya”.