FKIP UNIVERSITAS PGRI BANYUWANGI SEMINAR NASIONAL Pendidikan Budaya dan Sejarah “Dibalik Revitalisasi Budaya” ISBN: 978-602-72362-7-1 DOI: 10.31227/osf.io/tqhya 15 | Page BUDAYA KESURUPAN SENI TRADISI JARANAN DI BANYUWANGI Rizky Agung 1 , Dhalia Soetopo 2 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Banyuwangi 1 Email: rizkyagung200195@gmail.com Email:dhalia.soetopo@gmail.com Abstract Tari Jaranan Banyuwangi adalah kesenian tari tradisional yang kaya akan nilai seni dan budaya, tarian ini juga sangat kental akan kesan magis dan nilai spiritual. Tari Jaranan ini merupakan kesenian yang sangat terkenal di banyuwangi yang tersebar di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Banyuwangi, Kabat, Rogojampi, Kalipuro, Licin, Singonjuruh, Rogojampi, Giri dan kecamatan Glagah. Penelitian terdahulu tentang Jaranan sudah banyak dilakukan. Dari beberapa penelitian terdahulu tentang Jaranan, penelitian ini sangat berbeda dari penelitian terdahulu yang fokus penelitiannya pada sejarah awal seni jaranan, nilai-nilai/ makna seni jaranan, perkembangan seni jaranan, dan bentuk pertunjukan seni jaranan. Penelitian ini lebih terfokus pada budaya “Kesurupan” yang meliputi proses ritual kesurupan, makna kesurupan dan perubahan budaya kesurupan dalam ritual tradisi jaranan Banyuwangi. Peneliti menggambildata di tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Banyuwangi yaitu Grup Jaranan Baluk, kecamatan Glagah yaitu Grup Jaranan KarangAsem dan Kecamatan Giri yaitu Grup Jaranan Tresno Budoyo. Peneliti menggunakan Metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Kata kunci : Budaya, Kesenian, Tradisi, Kesurupan, Jaranan, Banyuwangi ABSTRAK Banyuwangi Jaranan Dance is a traditional art that is rich in artistic and cultural values, this dance is also very thick to the impression of magical and spiritual value. Jaranan dance is a very famous art in banyuwangi spread in several districts, such as District Banyuwangi, Kabat, Rogojampi, Kalipuro, Licin, Singonjuruh, Rogojampi, Giri and Glagah district. The usual research on Jaranan has been done a lot. From several studies on jaranan, this study is very different from the initial research that focuses on the initial research of jaranan art, the values / meaning of jaranan art, the art of jaranan performance, and the art of jaranan performance. This research is more focused on the culture of "Kesurupan" which includes the process of ritual possession, the meaning of possession and culture in ritual jaranan Banyuwangi. Researchers took data in three sub-districts of Banyuwangi, namely Jaranan Baluk Group, Glagah sub-district, Jaranan Karang Asem Group and Giri Sub-District, Tresno Budoyo Jaranan Group. Researchers use qualitative descriptive method with data recognition techniques, interviews and documentation. Keywords: Culture, Art, Tradition, Trance, Jaranan, Banyuwangi