Copyright © 2018 Universitas PGRI Madiun 99
Prosiding SNBK (Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling) 2 (1), 99 – 103 | 2018
ISSN: 2580-216X (Online)
Available online at: http://prosiding.unipma.ac.id/index.php/SNBK/index
Pendekatan Person Centered berbasis nilai Budaya Jawa “sopan santun”
untuk meningkatkan perilaku adaptif remaja di era disrupsi
Nurul Azizah
Pascasarjana Universitas Negeri Semarang
Nurulazizahnr25@gmail.com
Kata Kunci /
Keyword
Abstrak / Abstract
Perilaku Adaptif,
Person Centered,
Sopan Santun
Di era ini terjadi berbagai macam perubahan dan kemajuan, baik dari
segi teknologi, informasi ataupun dalam bidang ekonomi. Perubahan
ini memiliki dampak negatif dan positif. Lunturnya nilai-nilai
kebudayaan ikut memperparah perubahan zaman ini, remaja sebagai
generasi muda penerus bangsa sangatlah memegang peranan penting di
era disrupsi ini. untuk dapat memiliki perilaku adaptif remaja perlu
memiliki nilai sopan santun, karena generasi muda perlu melestarikan
nilai-nilai budaya Indonesia. Nilai budaya sopan santun sudah luntur
dikalangan masyarakat. Agara para remaja dapat mengontrol dirinya
dan terhindar dari dampak negatif perubahan zaman, remaja
hendaknya membentengi diri mereka dengan iman, wawasan yang
luas, serta nilai-nilai budaya seperti menjunjung tinggi nilai sopan
santun agar remaja dapat berperilaku adaptif. Di era ini remaja
cenderung kehilangan etika dan sopan santun dalam kehidupannya
sehari-hari. Banyaknya manfaat dari pendekatan person centered untuk
membantu siswa menyelesaikan masalah-masalah pribadi yang
dihadapi terutama masalah siswa yang berkaitan dengan aspek-aspek
perilaku adaptif remaja. Tulisan ini mengantarkan pada gagasan
tentang bagaimana pendekatan person centered berbasis nilai budaya
jawa “sopan santun” untuk meningkatkan perilaku adaptif remaja di
era disrupsi.
In this era there are various changes and progress, both in terms of
technology, information or in the economic field. This change has a
negative and positive impact. The decline of cultural values also
contributes to the changes of the age, adolescence as the younger
generation of the nation is very important in this disruption era. to be
able to have adaptive behavior of adolescents need to have the value of
courtesy, because the younger generation needs to preserve the values
of Indonesian culture. The cultural values of politeness have faded
among the people. In order for teenagers to control themselves and
avoid the negative effects of changing times, adolescents should fortify
themselves with faith, broad insight, and cultural values such as
upholding the value of courtesy in order for adolescents to behave
adaptively. In this era of adolescents tend to lose ethics and manners in
everyday life. The many benefits of a person centered approach to
helping students solve personal problems encountered are mainly
student problems relating to aspects of adolescent adaptive behavior.
This paper leads to the idea of how a person-centered approach based
on Javanese cultural values "manners" to improve adolescent adaptive
behavior in the disruption era.